Kisah Sukses Catering Ibu Ida, Bermula Dari Hobi Memasak Hingga Buka Usaha Bersama Sang Anak

Kisah Sukses Catering Ibu Ida, Bermula Dari Hobi Memasak Hingga Buka Usaha Bersama Sang Anak



wirausahanesia.com - Salah satu alasan yang sering diungkapkan oleh orang yang hendak membuka usaha adalah bingung mulai dari mana dan usaha bidang apa yang potensial. Padahal jawabannya ada di sekitar kita, cari saja apa kegiatan yang membuat happy dan perhatikan lingkungan sekitar apa yang selalu dibutuhkan karena pada dasarnya bisnis yang baik adalah kebutuhan yang berulang.

Hal ini yang dilakukan Ibu Ida dan putrinya Mbak Dewi warga Dukuh Weron yang akhirnya memutuskan membuka usaha bernama Catering Ibu Ida.

Beliau berdua memulainya pada tahun 2022 dengan menerima pesanan dari tetangga sekitar dan kini selang dua tahun berjalan Catering Ibu Ida sudah bisa melayani beragam masakan baik dari tetangga sekitar maupun luar desa.

Memaksimalkan dapur di rumah, usaha ibu anak ini siap menerima pesanan dari snack untuk pertemuam, selapanan, yasinan, hingga nasi kotak, paket nasi berkat kondangan, ingkung ayam lengkap, menu diet sehat, tumpengan, jajanan tradisional untuk hantaran lamaran seperti wingko, ketan, jenang, bubur tuo dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untuk harga Ibu Ida berusaha membantu pelanggan menyesuaikan kemampuan, budget berapapun selama masih memungkinkan bisa dilayani, untuk paket nasi berkat kondangan misalnya mulai harga Rp20.000 per porsi sudah komplit dapat nasi, sayur mayur dan lauk.





Seperti pepatah bijak hasil tak akan menghianati proses, berkat ketekunan dan keuletan menggeluti usaha catering ini, Ibu Ida dan Mbak Dewi kini telah memetik buah usahanya. Pelanggan semakin banyak datang dari berbagai daerah, pesanan datang silih berganti dari jumlah kecil hingga banyak untuk acara besar.

Namun namanya juga usaha, selalu ada kisah suka dan dukanya, "Alhamdulillah selama ini usaha Catering Ibu Ida berjalan lancar, sukanya bisa melayani pesanan pelanggan dengan santai, sesuai request harga dan selera menunya. Sedihnya sekarang harga bahan baku makanan meroket di sisi lain harus tetap berusaha memberikan harga yang terjangkau, jadi kadang untungnya tipis" jelas Mbak Dewi saat dihubungi wirausahanesia.com lewat pesan whatsapp.

Inspiratif sekali ya sobat pembaca, bagi yang masih bingung mau bikin usaha apa, membuka catering masakah rumahan seperti Ibu Ida dan Mbak Dewi bisa jadi pilihan menarik karena  sudah terbukti, dan barangkali ada pembaca yang membutuhkan snack atau catering bisa lho pesan ke Catering Ibu Ida dengan menghubungi nomor 082236891496 atau datang langsung ke alamatnya di RT 04 RW 05 Dukuh Weron Desa Tegalharjo Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati. 

Demikian postingan kita kali ini, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis:
Achmad Munandar
Peluang Usaha Gerobak Kopi Keliling, Pakai Sepeda Listrik Untungnya Menarik

Peluang Usaha Gerobak Kopi Keliling, Pakai Sepeda Listrik Untungnya Menarik




wirausahanesia.com - Bagi sobat yang lagi nyari ide usaha, tren yang sedang digandrungi saat ini yaitu jualan kopi cup dengan sepeda listrik keliling bisa jadi pilihan terbaik. Saat kopi ala cafe yang harganya selangit, alternatif kopi yang diajikan dengan cup ala cafe namun dijajakan dengan keliling bisa jadi pilihan penikmat kopi kekinian.

Dengan strategi berjualan keliling dan harga yang lebih terjangkau, usaha ini cocok dijalankan di kabupaten, kecamatan hingga pedesaan ceruk pasar yang selama ini mungkin enggan membeli kopi ala cafe dengan alasan harga.

Modal awal yang dibutuhkan juga terbilang murah dibanding jika harus membuat cafe dengan sewa ruko bayar banyak karyawan dan peralatan serta perabot yang mewah.

Gerobak kopi keliling model sepeda listrik di pasaran bisa didapatkan dari harga Rp4.000.000 hingga Rp12.000.000 tergantung ukuran, spesifikasi dan apakah polosan atau sekalian branding nama usaha.

Modal berikutnya adalah alat dan bahan, bisa dimulai dengan peralatan sederhana dan kopi disiapkan dari dapur rumah dengan cara demikian sudah banyak mengurangi pengeluaran berupa dapur, alat produksi dan tenaga karyawan.

Bahan baku kopi, gula, susu dan lainnya juga bisa mencari di pasar sehingga harganya bisa ditekan. 

Untuk kemasan agar menarik bisa menggunakan cup kopi dengan penutup selaer, cup dengan sablon branding kisaran Rp500 per cup, plastik roll sealer Rp24.000 dan mesin sealernya kisaran Rp1.000.000.

Keunggulan gerobak kopi model sepeda listrik sudah dilengkapi dengan freezer sehingga menjaga produk kopi tetap dingin sehingga lebih nikmat saat dimimum. Selain itu juga penjual tak perlu mengayuh cukup putar gas layaknya sepeda listrik.

Dengan total modal antara 6 juta sampai 15 juta, sobat sudah bisa memulai usaha jualan kopi kekinian dengan merk sendiri. 

Sisi positif jualan dengan model keliling adalah jika satu lokasi kurang ramai sobat bisa mencari lokasi lainnya dan lebih fleksibel berpindah lokasi misalnya mendatangi keramaian seperti pertunjukan dan konser musik.

Demikian postingan kita kali ini tentang Peluang Usaha Gerobak Kopi Keliling, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis:
Achmad Munandar
Reportase Kegiatan Pelatihan Pembuatan Produk Nugget Dengan Olahan Ikan Lele

Reportase Kegiatan Pelatihan Pembuatan Produk Nugget Dengan Olahan Ikan Lele

 


(Sumber: Dokumentasi Penulis 2024)


wirausahanesia.com - Pekalongan (26/7/24) telah dilaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan nuggut dari bahan dasar ikan Lele di salah satu rumah warga desa Pajomblangan oleh Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2024. Acara ini dadakan dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi ikan sebagai salah satu mencegah stunting. Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 ibu-ibu desa Pajomblangan.

Acara dimulai dengan kegiatan pengajian, setelah itu Ketua Fatayat memperkenalkan mahasiswa yang akan melaksanakan program kerja monodisiplin masing-masing. 

Pelatihan dilakukan oleh Rieska Deviani, Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan angkatan 2021. Dalam kegiatan ini, Rieska Deviani memperkenalkan sebuah produk nuggut yang berbahan dasar ikan lele dan menjelaskan mengenai alat bahan yang diperlukan hingga langkah-langkah pembuatan nuggut Lele.

Setelah melakukan pelatihan mengenai cara pembuatan nuggut Lele, Rieska Deviani melakukan pembagian produk nuggut Lele kepada Ibu dan Anak yang hadir pada kegiatan pelatihan. Pada saat dilakukan pembagian nuggut Lele, Rieska Deviani menampung pertanyaan, saran, dan komentar dari Ibu dan Anak yang telah mengikuti pelatihan. Rieska Deviani menjawa pertanyaan yang diberikan dengan rinci dan kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama.






(Sumber: Dokumentasi Penulis 2024)

Kegiatan pelatihan ini berhasil memberikan informasi mengenai inovasi terbaru pengelolaan ikan Lele menjadi olahan nuggut yang dapat dikonsumsi oleh anak. Dalam berjalannya kegiatan para peserta menunjukkan antusiasme dan aktif bertanya mengenai perbandingan resep yang digunakan pada pembuatan nuggut lele. Diharapkan pada kegiatan ini dapat bermanfaat dan diterapkan di rumah untuk meningkatkan kesadaran dan mencegah adanya stunting di masyarakat sekitar.



Editor:
Achmad Munandar
Keren! Mahasiswa Undip Ciptakan Nugget Lele Ajaib, Stunting Langsung Kalah

Keren! Mahasiswa Undip Ciptakan Nugget Lele Ajaib, Stunting Langsung Kalah

 


wirausahanesia.comStunting, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di banyak negara, termasuk Indonesia. Stunting mengacu pada kondisi di mana tinggi badan anak berada di bawah standar pertumbuhan yang sesuai dengan usia mereka, akibat kekurangan gizi kronis dan masalah kesehatan. Dampak jangka panjang dari stunting meliputi gangguan pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas anak di masa depan.
 
Di Desa Pendem, Kec. Mojogedang, Kab. Karanganyar, kasus stunting menjadi perhatian utama dengan terdeteksinya 11 kasus pada balita. Kurangan pengetahuan mengenai pentingnya asupan protein dalam pola makan balita menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting di desa ini. Protein merupakan nutrisi esensial yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuh, serta fungsi-fungsi biologis lainnya. Tanpa asupan protein yang memadai, balita berisiko mengalami gangguan pertumbuhan yang dapat berlanjut hingga dewasa.
 
Desa Pendem memiliki potensi besar dalam hal ketersediaan sumber protein melalui komoditas lokal, yaitu ikan lele. Lele adalah ikan air tawar yang banyak ditemukan di desa ini dan dikenal kaya akan protein serta nutrisi penting lainnya. Namun, pemanfaatan lele sebagai sumber protein dalam pola makan keluarga, terutama untuk balita, masih kurang optimal. Ini sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah ikan lele menjadi makanan yang bergizi dan menarik bagi anak-anak.

 


Untuk mengatasi masalah stunting dan memanfaatkan potensi lokal yang ada, Tim II KKN Undip mengembangkan program yang bertujuan untuk mengedukasi ibu-ibu Posyandu di Desa Pendem mengenai pentingnya asupan protein. Program ini berfokus pada pengenalan dan pelatihan pembuatan nugget ikan lele, yang diharapkan dapat menjadi alternatif makanan yang bergizi dan mudah disiapkan. Nugget lele tidak hanya memenuhi kebutuhan protein, tetapi juga dirancang agar disukai oleh anak-anak, sehingga lebih mudah diterima dalam pola makan mereka.
 
Program ini dilaksanakan dengan harapan dapat memberikan solusi praktis terhadap masalah stunting di Desa Pendem. Dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai gizi dan pemanfaatan lele, diharapkan terjadi peningkatan asupan protein pada balita, yang pada gilirannya dapat menurunkan angka stunting di desa tersebut. Selain itu, program ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas lokal melalui pemanfaatan sumber daya yang ada secara lebih efektif.
 
Dengan pelaksanaan acara ini, diharapkan dapat mengedukasi ibu-ibu Posyandu tentang cara pembuatan nugget lele, serta meningkatkan kesadaran mereka mengenai pentingnya asupan protein untuk mencegah stunting pada anak-anak. Program ini merupakan langkah konkret dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan balita di Desa Pendem.



Editor:
Achmad Munandar
Mendukung UMKM Desa Soroyudan; Pengenalan Penggunaan Pengawet Makanan oleh KKN TIM II Undip

Mendukung UMKM Desa Soroyudan; Pengenalan Penggunaan Pengawet Makanan oleh KKN TIM II Undip

 

Gambar 1. Kegiatan Program Kerja Pengenalan Pengawet Aman di UMKM

wirausahanesia.com - Pengawet merupakan salah satu jenis bahan tambahan pangan yang umum digunakan pada produk pangan olahan untuk memperpanjang umur simpan dan mencegah kerusakan oleh mikroba. Meskipun seringkali dianggap sebagai suatu senyawa berbahaya oleh masyarakat, pengawet pada umumnya aman digunakan jika jenis yang digunakan aman dan dosisnya sesuai dengan regulasi setempat. Penggunaan pengawet yang sesuai sangat menguntungkan produk pangan, terutama pada makanan atau minuman yang mudah mengalami kerusakan. 

Mekanisme kerja pengawet pangan sangat tergantung pada jenis yang digunakan. Namun, prinsip utama pengawet cenderung sama, yakni menghambat pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme yang dapat menyebabkan kerusakan pada produk makanan. Mikroba dapat menyebabkan fermentasi, pengasaman, dan peruraian pada produk pangan sehingga lebih baik ditangani oleh adanya bahan pengawet. Kerusakan produk pangan akibat mikroorganisme sangat merugikan karena makanan tersebut akan bersifat tidak layak dikonsumsi sehingga tidak dapat dijual dan harus dibuang. 

Desa Soroyudan, Kecamatan Tegalrejo, Magelang merupakan salah satu desa yang memiliki beragam UMKM di bidang pangan. Beberapa produk yang diproduksi dan dijual adalah keripik talas, keripik ubi, keripik gula, bakpao, dan lain sebagainya. Namun, sebagian besar UMKM tersebut belum mengetahui tata cara penggunaan pengawet beserta dengan dosis yang disarankan sesuai regulasi. Salah satu UMKM yang banyak dikenal di desa ini adalah usaha jajanan pasar yang dikelola oleh Ibu Nur Hidayah di Dusun Soroyudan. Usaha ini menjual produk-produk jajanan seperti tiga dara, roti goreng, sengkulun, carang gesing, bakpao, dan lain sebagainya. Salah satu isu yang dihadapi UMKM ini adalah daya simpan jajanan basah yang tidak lama sehingga ketahanan penyimpanan yang kurang optimal. 



Gambar 2. Produk UMKM Carang Gesing



Gambar 3. Produk UMKM Tiga Dara


Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2024, Raissa Indira Primusti, mencanangkan dan mengeksekusi program kerja berupa pengenalan penggunaan pengawet pada UMKM jajanan pasar milik Ibu Nur Hidayah. Berdasarkan produk yang diolah di usaha tersebut, terdapat beberapa pilihan pengawet yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan masa simpan produk-produk tersebut, seperti asam benzoat dan kalsium propionat. 

Program kerja tersebut dimulai dengan penyuluhan mengenai pengawet yang mencakup definisi, pemakaian, dan penjelasan mengenai stigma sekitar pengawet yang beredar di kalangan masyarakat. Penyuluhan pun dilanjutkan dengan pengenalan pengawet yang aman, terutama asam benzoat dan kalsium propionat. Bersama dengan pengenalan akan bahan pengawet tersebut, disertakan juga informasi mengenai dosis yang harus dipakai, sesuai dengan regulasi terkait yang berasal dari SNI maupun peraturan BPOM. Penyerahan produk berupa pengawet yang aman dan sudah melalui uji BPOM pun dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM tersebut. 

Pengenalan terhadap pengawet yang dilakukan kepada UMKM Ibu Nur Hidayah diharapkan dapat membantu berjalannya kegiatan usaha di desa Soroyudan. Keberlangsungan dan keberhasilan program tersebut sangat dibantu oleh partisipasi dan antusiasme dari pihak UMKM yang terlihat semangat dalam mempelajari dan menerapkan penggunaan pengawet yang aman.



Penulis: 
Raissa Indira Primusti
23020121130073
Teknologi Pangan
Fakultas Peternakan dan Pertanian

Lokasi: 
Desa Soroyudan, Kecamatan Tegalrejo

DPL: 
Dito Aryo Prabowo, S.Psi., M.Psi.

KKN TIM II UNDIP Tahun 2023/2024

Editor:
Achmad Munandar
Pembuatan Nugget Berbahan Dasar Udang sebagai Langkah untuk Mencegah Stunting

Pembuatan Nugget Berbahan Dasar Udang sebagai Langkah untuk Mencegah Stunting

 

wirausahanesia.com - Soroyudan (29/07/2024) Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2023/2024 memberikan edukasi serta pelatihan pembuatan nugget udang kepada ibu-ibu Dusun yang bertempat tinggal di Dusun Soroyudan dan Dusun Cecelan, Desa Soroyudan, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. 

Banyaknya masyarakat yang belum menyadari bahaya stunting, menganggap bahwa stunting bukanlah masalah yang serius. Stunting yang terjadi pada balita dapat menyebabkan produktivitas juga kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang menurun. Stunting sendiri terjadi dikarenakan beberapa faktor diantaranya karena kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada saat masa hamil, 60% anak usia 0-6 bulan tidak mendapat ekslusif, anak usia 0-24 bulan tidak menerima makanan pengganti ASI, terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya akses pada air bersih dan sanitasi serta makanan bergizi.

Berliansyah Alfarisi Adi menyampaikan bahwa adanya program pembuatan nugget udang ini merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah stunting yang terjadi di Dusun Soroyudan dan Dusun Cecelan. Nugget udang merupakan suatu olahan yang berbahan dasar udang. Udang memiliki manfaat yang baik untuk meningkatkan asupan gizi keluarga. Hal tersebut penting dilakukan peningkatan kesadaran warga dalam mengolah dan mengonsumsi makanan dari bahan dasar udang sebagai langkah untuk mencegah stunting.



Udang merupakan makanan yang bergizi tinggi karena mengandung protein, vitamin, dan mineral yang baik untuk tubuh. Warga perlu mengonsumsi udang sehingga muncul ide untuk membuat pelatihan pembuatan nugget udang oleh Berliansyah Alfarisi Adi Mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro 2023/2024. Pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar udang bertujuan untuk membantu warga mengonsumsi udang sebagai langkah untuk mencegah stunting.

Pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar udang ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai manfaat kesehatan yang didapat apabila mengonsumsi udang sebagai bagian dari gaya hidup yang sehat dan berkelanjutan. Kandungan gizi dan protein yang tinggi pada udang dapat membantu tumbuh kembang anak terutama balita. Hal ini dikarenakan pada usia balita dan anak-anak, masa pertumbuhan terjadi sangat pesat.

Selain penyampaian materi, kegiatan pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar udang ini juga dilakukan dengan membagikan produk nugget berbahan dasar udang. Pelaksanaan program kerja ini mendapat respon yang sangat baik yang ditunjukkan antusiasme ibu-ibu untuk mencoba membuat nugget udang untuk anaknya. Luaran dari program kerja pelatihan pembuatan nugget udang ini berupa poster dan pembagian produk olahan nugget udang kepada ibu dan anak-anak di Dusun Soroyudan dan Dusun Cecelan.

Harapan setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan ini yaitu mampu mengedukasi ibu-ibu mengenai pentingnya makan udang bagi tumbuh kembang anak. Selain itu, pembagian nugget udang juga diharapkan dapat menambah minat anak-anak untuk mengonsumsi udang setiap hari.



Editor:
Achmad Munandar
Menggalakan Konsumsi Ikan! Mahasiswa KKN UNDIP Demonstrasikan Pembuatan Crab Stick Rice Balls ke Ibu Rumah Tangga Desa Langkap

Menggalakan Konsumsi Ikan! Mahasiswa KKN UNDIP Demonstrasikan Pembuatan Crab Stick Rice Balls ke Ibu Rumah Tangga Desa Langkap

 
wirausahanesia.com - Langkap, Pekalongan (30/07/2024). Melihat kurangnya rasa konsumtif terhadap hasil perikanan, maka edukasi dan demonstrasi dilakukan sebagai langkah inisiatif dari salah satu mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2024 (Nabila Faiza Fayi, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan) dengan memberikan ide cara pembuatan Crab Stick Rice Balls sebagai bekal anak maupun konsumsi sehari-hari.

Kegiatan demonstrasi ini dilakukan di Balai Desa Langkap dengan sasaran Ibu Rumah Tangga. Adanya demonstrasi ini memiliki tujuan untuk meningkatkan konsumsi hasil perikanan di Indonesia. Mengingat pentingnya mengkonsumsi ikan, dikarenakan banyaknya kandungan gizi seperti, protein, omega 3, omega 6 yang bermanfaat terutama dalam masa pertumbuhan.

Crab Stick Rice Balls merupakan bola nasi dengan isian stik kepiting berupa makanan praktis dan mudah dibawa yang dapat dimakan saat bepergian, menu ini cocok untuk piknik, perjalanan darat, dan bekal makan siang. Bola nasi juga sering dinikmati sebagai camilan atau lauk saat makan. Selain stik kepiting, isian bola nasi dapat menggunakan lumatan ikan atau bahan lainnya sesuai selera. 

 
Rangkaian kegiatan diawali dengan Sosialisasi Pentingnya PMT Sebagai Pencegahan Stunting yang dilanjutkan demonstrasi pembuatan Crab Stick Rice Balls dan pembagian PMT dari mahasiswa TIM II KKN UNDIP Desa Langkap yang berisikan Puding Susu, Jus Buah Naga, Crab Stick Rice Balls beserta Leaflet cara pembuatannya.  

Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 30 audiens Ibu Rumah Tangga yang berasal dari dukuh Gumingsir, Blumbang, Langkap dan Legok. Adanya demonstrasi ini diharapkan dapat membuat masyarakat lebih tahu tentang manfaat mengkonsumsi ikan dan bisa lebih mengenal olahan-olahan ikan, selain proses penggorengan.



#kknTIMIIperiode2024 #p2kknundip #lppmundip #undip

Penulis : 
Nabila Faiza Fayi
(Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan – Teknologi Hasil Perikanan)

Dosen Pembimbing : 
MJ Rizqon Hasani, S.Hum.M.I.KOM

Lokasi KKN : 
Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni
Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah

Editor:
Achmad Munandar
Melesatnya Angka Stunting pada Anak, Mahasiswa KKN Tim II Undip Beri Edukasi kepada Ibu Hamil Mengenai Regulasi Hukum yang Mengatur Persoalan Stunting di Indonesia

Melesatnya Angka Stunting pada Anak, Mahasiswa KKN Tim II Undip Beri Edukasi kepada Ibu Hamil Mengenai Regulasi Hukum yang Mengatur Persoalan Stunting di Indonesia

 

Wirausahanesia.com -  Pekalongan, Jawa Tengah - Persoalan stunting di Indonesia ini seiring berjalannya waktu terus menerus menunjukkan angka yang selalu naik dan mengkhawatirkan, terkhususnya hingga pada ranah desa. Salah satu dari banyak faktor tingginya stunting ialah adanya keterbatasan pengetahuan warga desa terhadap keberlangsungan regulasi hukum yang ada di Indonesia. Dengan kata lain, dasar hukum tentang stunting di dalam Hukum Positif Indonesia masih asing guna dapat dimengerti oleh masyarakat. 

Dalam menanggapai permasalahan tersebut, salah satu mahasiswa KKN Tim II Undip, Mohammad Belvananda Athaya Syah Putra mengambil inisiatif guna memberikan edukasi mengenai regulasi hukum terkait dengan stunting yang menyasar kepada ibu hamil.

Program tersebut berlangsung di Balai Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Adapun berdasarkan data dari pemerintah desa setempat, Desa Karangjati sendiri menjadi salah satu desa dengan angka stunting yang bisa dikatakan tertinggi dibandingkan dengan desa-desa lainnya yang ada di ruang lingkup Kecamatan Wiradesa.
 

Dalam keberlangsungan program, mahasiswa KKN Tim II Undip melakukan kerja sama langsung bersama dengan Bidan Desa Karangjati, yakni Bu Eka. “Hal yang perlu diperbaiki untuk mengatasi tingginya angka-angka stunting pada anak itu dimulai dari pemahaman orang tua tentunya terkait dengan dasar hukum stunting yang telah diatur oleh pemerintah,” ungkapnya.

Kegiatan edukasi yang diadakan pada Hari Sabtu, 27 Juli 2024 ini bertujuan guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keberadaan peraturan hukum yang mengatur permasalahan stunting di Indonesia yang terdapat di dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Angka Stunting. Dalam sesi edukasi tersebut, mahasiswa KKN Tim II Undip berfokus kepada peraturan pemerintah yang ada, kemudian maksud dan tujuan dibentukan peraturan tersebut, hingga pada pendefinisian mendasar stunting di dalam peraturan perundang-undangan.

Tidak berhenti di situ saja, mahasiswa KKN Tim II Undip turut memberikan leaflet yang berisikan panduan gizi seimbang untuk ibu hamil sebagai bahan bacaan. Mereka pun turut memberikan demonstrasi bagaimana mengolah nugget dari ikan lele yang mengandung banyak nutrisi dan vitamin yang baik untuk ibu hamil.

Adanya program kerja ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Diponegoro untuk berperan aktif dalam mengurangi angka stunting di Indonesia yang diimplementasikan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa KKN Tim II Undip dapat memberikan kontribusi secara langsung untuk masyarakat sekitar, terkhususnya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Karangjati tentang hadirnya peraturan hukum yang mengatur persoalan stunting di Indonesia.



Penulis: 
Mohammad Belvananda Athaya 
Mahasiswa Ilmu Hukum
Fakultas Hukum
Universitas Diponegoro


Editor:
Achmad Munandar

Mahasiswa Tim KKN Undip Gempur Stunting di Botolambat: Nugget Sehat Jadi Senjata Andalan

Mahasiswa Tim KKN Undip Gempur Stunting di Botolambat: Nugget Sehat Jadi Senjata Andalan



wirausahanesia.com - Botolambat, 1 Agustus 2024 - Dalam upaya mengatasi tingginya angka stunting di Desa Botolambat, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program sosialisasi dan pelatihan pembuatan nugget sehat anak. Kegiatan yang bertajuk "NUSA" atau nugget sehat anak ini diadakan di Balai Desa Botolambat dan dihadiri oleh para ibu posyandu serta masyarakat setempat.

Desa Botolambat yang menjadi lokasi fokus (lokus) stunting karena prevalensi stunting di desa ini masih tergolong tinggi. Banyak ibu di desa tersebut yang masih belum memahami bahaya stunting dan pentingnya asupan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, program sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan edukasi dan solusi praktis untuk menangani masalah tersebut.

Kegiatan sosialisasi dimulai dengan praktik memasak nugget sehat anak yang dipandu oleh Tim KKN Undip. Para ibu yang hadir terlibat aktif dalam proses memasak, mulai dari persiapan bahan hingga proses penggorengan. Nugget yang dibuat memiliki kandungan gizi tinggi, terdiri dari daging ayam dan ikan yang kaya akan protein, serta sayuran seperti bayam, sawi, dan wortel yang kaya akan vitamin dan serat.


Setelah sesi memasak, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi mengenai bahaya stunting dan manfaat dari kandungan gizi pada nugget sehat anak. Para ibu diberikan pemahaman tentang pentingnya memberikan makanan bergizi yang disukai anak, seperti nugget sehat ini, sebagai upaya pencegahan dan penanganan stunting.

Acara diakhiri dengan pembagian nugget sehat kepada anak-anak yang hadir, yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Salah satu ibu peserta yang hadir menyatakan, "Kegiatan ini sangat bermanfaat, nugget ini bisa dijadikan menu makan untuk anak karena selain sehat juga digemari oleh anak-anak."

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, angka stunting di Desa Botolambat dapat menurun secara signifikan. Tim KKN Undip berharap program ini mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di desa tersebut.



Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswa KKN UNDIP Memperkenalkan “Pengawetan Ikan Menggunakan Asap Cair” Di Desa Purwosari Kecamatan Purwosari

Mahasiswa KKN UNDIP Memperkenalkan “Pengawetan Ikan Menggunakan Asap Cair” Di Desa Purwosari Kecamatan Purwosari

 


wirausahanesia.com - Pada tanggal 2 Agustus 2024, Mahasiswa dari Universitas Diponegoro yang bernama Shindu Panji Wicaksono 26050121140115 melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Purwosari, Kecamatan Comal. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan metode pengawetan ikan menggunakan asap cair kepada Ibu PKK Desa Purwosari. Kegiatan ini diadakan di Aula Balai Desa Purwosari, dengan partisipasi aktif dari anggota PKK setempat.

Sesi pertama kegiatan adalah pengenalan konsep dasar mengenai asap cair. Mahasiswa KKN Undip Shindu Panji Wicaksono, menjelaskan bahwa asap cair adalah hasil dari proses distilasi asap yang dihasilkan dari pembakaran kayu. Cairan ini mengandung senyawa antimikroba dan antioksidan yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab pembusukan, sehingga dapat digunakan untuk mengawetkan ikan.

Manfaat Pengawetan Ikan dengan Asap Cair yaitu : asap cair membantu mencegah pembusukan ikan dan memperpanjang masa simpannya. Selain itu, memberikan aroma khas yang menambah nilai rasa pada ikan dan memudahkan proses pengawetan tanpa memerlukan peralatan khusus yang rumit.
 

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi praktik langsung. Mahasiswa KKN Undip memandu peserta melalui langkah-langkah berikut:

1. Persiapan Ikan: Membersihkan ikan dan memotongnya sesuai ukuran yang diinginkan.

2. Penerapan Asap Cair: Melakukan proses pengawetan dengan merendam ikan dalam asap cair. Peserta diajarkan cara mengukur takaran asap cair yang tepat agar ikan dapat diawetkan secara efektif.

3. Pengeringan: Setelah direndam, ikan dikeringkan menggunakan alat pengering sederhana untuk mengurangi kadar air yang dapat menyebabkan pembusukan.

4. Penyimpanan: Teknik penyimpanan ikan yang telah diawetkan untuk menjaga kualitas dan keamanannya.

Peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diberi kesempatan untuk mencoba sendiri teknik pengawetan ikan dengan asap cair. Setiap kelompok bekerja dengan mahasiswa KKN untuk memastikan bahwa proses dilakukan dengan benar. Di akhir sesi praktik, mahasiswa kkn undip membuka kesempatan untuk tanya jawab. 

Ibu-ibu PKK mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengawetan ikan, termasuk masalah-masalah praktis yang mungkin mereka hadapi di rumah. Mahasiswa KKN Undip memberikan penjelasan yang detail dan solusi praktis untuk mengatasi tantangan yang mungkin timbul.

Sebagai bagian dari penutupan kegiatan, dilakukan evaluasi untuk mengumpulkan umpan balik dari peserta mengenai pelaksanaan kegiatan. Ibu-ibu PKK menyatakan kepuasan mereka terhadap kegiatan ini dan menyebutkan bahwa teknik pengawetan ikan dengan asap cair sangat bermanfaat dan mudah diterapkan di rumah. 

Mereka juga mengapresiasi informasi tambahan yang diberikan, yang dianggap membantu dalam mengelola stok ikan dengan lebih efisien. Kegiatan KKN ini berhasil mencapai tujuannya dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan baru mengenai pengawetan ikan menggunakan asap cair. Ibu-ibu PKK Desa Purwosari kini memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara mengawetkan ikan dengan metode yang praktis dan efektif.
 

Demikian reportase ini disusun sebagai dokumentasi kegiatan yang telah dilaksanakan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan kegiatan ini.


Penulis : 
Shindu Panji Wicaksono 

Program Studi : 
Oseanografi 

Dosen pembimbing Lapangan : 
M. Indra Hadi Wijaya, S.T, M.PWK.
NIP H.7.198812042019091001

Editor :
Achmad Munandar

#P2KKNUNDIP
#KKNUndipTim2
#LPPMUndip
#Undip