wirausahanesia.com - Semarang – Tim KKN-T 101 Gunungpati Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada 30 ibu PKK RT 03 RW 08 Perbalan, Kelurahan Gunungpati, Kota Semarang, pada 19 Juli 2026. Kegiatan tersebut mengangkat dua program kerja utama, yaitu pemanfaatan daun kelor sebagai olahan pangan bergizi melalui pembuatan puding daun kelor serta edukasi bertema "Bijak Mendampingi Anak di Era Digital".
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja Tim KKN-T 101 Gunungpati Universitas Diponegoro Tahun 2026 dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kedua program tersebut, mahasiswa berupaya memberikan edukasi yang aplikatif mengenai pemenuhan gizi keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendampingan anak dalam penggunaan gadget.
Daun kelor dipilih sebagai materi sosialisasi karena merupakan tanaman yang mudah dijumpai di lingkungan masyarakat, memiliki kandungan gizi yang tinggi, namun pemanfaatannya sebagai olahan pangan sehari-hari masih relatif terbatas. Melalui inovasi puding daun kelor, masyarakat diperkenalkan pada alternatif makanan bergizi yang memiliki cita rasa lebih disukai anak-anak sehingga diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Materi pembuatan puding daun kelor disampaikan oleh Vifien Wina Agustia bahwa daun kelor mengandung berbagai zat gizi penting, seperti vitamin A, vitamin C, zat besi, kalsium, protein nabati, serta antioksidan yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, dan membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Selain memaparkan manfaat daun kelor, Vifien juga mendemonstrasikan proses pembuatan puding daun kelor menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah diperoleh masyarakat. Puding dibuat dari daun kelor, air, daun pandan, agar-agar, santan, dan gula sehingga menghasilkan olahan yang praktis, bernilai gizi, serta dapat menjadi pilihan camilan sehat bagi anak-anak maupun keluarga.
Pada sesi berikutnya, Adam Maulana Malik menyampaikan materi bertajuk "Bijak Mendampingi Anak di Era Digital". Materi tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan gadget pada anak yang berpotensi menimbulkan berbagai dampak apabila tidak disertai pendampingan yang tepat dari orang tua.
Adam menjelaskan bahwa gadget bukanlah sesuatu yang harus dijauhkan dari anak, melainkan perlu digunakan secara bijaksana. Apabila dimanfaatkan secara tepat, gadget dapat menjadi sarana belajar, meningkatkan kreativitas, serta memperluas akses informasi. Namun, penggunaan yang berlebihan tanpa pengawasan dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti kecanduan, gangguan pola tidur, mata cepat lelah, menurunnya konsentrasi belajar, berkurangnya interaksi sosial, hingga paparan konten yang tidak sesuai dengan usia anak.
"Tolong dampingi anak dalam penggunaan gadget agar terhindar dari sisi negatif gadget seperti kecanduan, gangguan tidur, mata cepat lelah, sulit fokus belajar, kurang bersosialisasi, dan terpapar konten negatif," ujar Adam Maulana Malik.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga diajak berdiskusi mengenai cara menerapkan aturan penggunaan gadget di rumah, memilih konten yang sesuai dengan usia anak, serta membangun komunikasi yang baik agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dalam proses tumbuh kembang anak.
Salah seorang peserta mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan tidak hanya memberikan wawasan mengenai cara mengolah daun kelor menjadi makanan yang menarik bagi anak, tetapi juga meningkatkan pemahaman tentang pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget di lingkungan keluarga.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai manfaat daun kelor, teknik pengolahan yang tepat agar kandungan gizinya tetap terjaga, hingga strategi membatasi penggunaan gadget tanpa menghambat proses belajar anak. Diskusi yang berlangsung menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu kesehatan keluarga dan pola pengasuhan di era digital.
Melalui kegiatan ini, Tim KKN-T 101 Gunungpati berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemanfaatan sumber pangan lokal yang bergizi sebagai upaya memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga. Di sisi lain, edukasi mengenai pendampingan anak di era digital diharapkan mampu meningkatkan kesadaran orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget sehingga anak dapat memperoleh manfaat teknologi secara optimal dengan risiko dampak negatif yang lebih kecil.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Tim KKN-T 101 Gunungpati Universitas Diponegoro dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi bersama ibu-ibu PKK, mahasiswa berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu mendukung terwujudnya keluarga yang lebih sehat, cerdas, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Editor:
Achmad Munandar