Atasi Anak Tidak Sekolah, Mahasiswa KKN Undip Gelar Pendampingan Khusus di Desa Celep

Atasi Anak Tidak Sekolah, Mahasiswa KKN Undip Gelar Pendampingan Khusus di Desa Celep

 
Dokumentasi Pendampingan Anak Tidak Sekolah

wirausahanesia.comCELEP (07/08/26) - Mahasiswa KKN R Desa Celep dari Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro melalui Shakila Nawra Ramadhina melaksanakan program Fasilitator Pendekatan Persuasif Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui kunjungan rumah atau door to door kepada anak yang termasuk kategori Anak Tidak Sekolah (ATS) beserta keluarganya. Kegiatan ini bertujuan menggali faktor penyebab anak tidak bersekolah sekaligus memberikan motivasi dan edukasi mengenai pentingnya pendidikan serta alternatif layanan pendidikan yang tersedia.

Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pendekatan secara personal kepada anak dan keluarga yang termasuk dalam kategori ATS. Kunjungan rumah dipilih agar mahasiswa dapat membangun komunikasi secara lebih dekat, memahami kondisi yang dihadapi anak, serta menggali faktor yang menyebabkan anak tidak melanjutkan pendidikan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya melakukan pendataan atau kunjungan, tetapi juga berperan sebagai fasilitator dengan memberikan motivasi kepada anak dan keluarga. Edukasi mengenai pentingnya pendidikan disampaikan dengan pendekatan yang lebih persuasif sehingga dapat menyesuaikan dengan kondisi masing-masing anak dan keluarganya.

Shakila Nawra Ramadhina menjelaskan bahwa pendekatan personal diperlukan untuk memahami permasalahan ATS secara lebih mendalam.

"Melalui kunjungan secara langsung, kami dapat berkomunikasi dengan anak dan keluarga secara lebih dekat. Harapannya, kami dapat memahami faktor yang menyebabkan anak tidak bersekolah sekaligus memberikan motivasi dan informasi mengenai alternatif pendidikan yang dapat ditempuh."

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kunjungan rumah (door to door) kepada anak yang masuk dalam kategori ATS. Dalam setiap kunjungan, mahasiswa melakukan komunikasi dengan anak dan keluarga untuk menggali kondisi serta faktor yang menjadi penyebab anak tidak bersekolah.

Setelah memperoleh informasi mengenai kondisi anak, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya pendidikan bagi masa depan. Anak dan keluarga juga diberikan informasi mengenai alternatif layanan pendidikan yang tersedia sehingga terdapat pilihan yang dapat dipertimbangkan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Pendekatan persuasif tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran anak dan keluarga mengenai pentingnya keberlanjutan pendidikan. Selain itu, komunikasi langsung diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan anak secara lebih tepat.

Program ini menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN untuk mendukung penanganan Anak Tidak Sekolah di Desa Celep. Dengan adanya pendekatan langsung kepada keluarga, diharapkan anak yang belum memperoleh akses pendidikan dapat kembali mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui layanan yang sesuai.

Kegiatan selanjutnya dapat dilakukan melalui kunjungan lanjutan/koordinasi dengan pemerintah desa/pendampingan anak menuju layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.



Penulis/Reporter: Shakila Nawra Ramadhina (Kimia 2023, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro)
Fotografer: Hanna 
Kontak Media / Humas Kelompok: kknundip.desacelep
Editor: Achmad Munandar
Mahasiswa KKN Undip Olah Limbah Kulit Bawang Merah Menjadi Pestisida Ramah Lingkungan

Mahasiswa KKN Undip Olah Limbah Kulit Bawang Merah Menjadi Pestisida Ramah Lingkungan

 

Dokumentasi pemaparan kepada GAPOKTAN Desa Celep

wirausahanesia.comSragen, 6 Agustus 2026 – Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II dari Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program kerja Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah Sebagai Bahan Dasar Utama Dalam Pembuatan Pestisida Ramah Lingkungan yang bertempat di Balai Desa, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Program edukasi ini digelar guna menekan penggunaan pestisida kimia sintetis sekaligus memanfaatkan limbah bumbu dapur menjadi solusi pembasmi hama tanaman yang aman, efektif, dan hemat biaya bagi masyarakat setempat.

Kegiatan diawali dengan pemaparan latar belakang masalah di Desa Celep, di mana sebagian besar warga masih bergantung pada pestisida kimia yang berpotensi merusak kualitas tanah dan kesehatan lingkungan. Mahasiswa memaparkan bahwa kulit bawang merah mengandung senyawa aktif seperti acetogenin, flavonoid, dan saponin yang mampu bertindak sebagai racun kontak alami bagi hama serangga. 


Dokumentasi produk kepada GAPOKTAN Desa Celep

Dalam peragaan langsung, para mahasiswa mengedukasi warga cara mengekstrak kulit bawang merah melalui proses perendaman air selama 24 - 48 jam hingga menghasilkan cairan pembasmi hama alami yang siap semprot.

Langkah ini mendapat apresiasi positif dari tokoh masyarakat setempat. 

"Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi warga Celep. Selain mudah dibuat dari limbah dapur, pestisida organik ini membantu menjaga kesehatan tanaman pekarangan tanpa harus merogoh kocek untuk beli obat kimia," ujar perwakilan kelompok tani Desa Celep. 

Melalui inisiatif ini, masyarakat diharapkan dapat menerapkan pembuatan pestisida mandiri demi mendukung pertanian skala rumah tangga yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, penyerahan botol sampel pestisida kulit bawang merah secara simbolis kepada perangkat desa, serta pemberian poster panduan pembuatan pestisida organik kepada ketua GAPOKTAN.



Penulis/Reporter: Shakila Nawra Ramadhina (Kimia 2023, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro)
Fotografer: Marshanda Kinanti Rachmadhani
Kontak Media / Humas Kelompok: kknundip.desacelep
Editor: Achmad Munandar
KKN Undip Edukasi Warga Desa Celep Manfaatkan Air Cucian Beras Jadi Pupuk Organik

KKN Undip Edukasi Warga Desa Celep Manfaatkan Air Cucian Beras Jadi Pupuk Organik

 
Dokumentasi dengan Perangkat Desa dan Kelompok GAPOKTAN Desa Celep


wirausahanesia.comSragen, 6 Agustus 2026 - Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II dari Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan program kerja Pemanfaatan Limbah Air Beras Sebagai Media Tumbuh & Sumber Nutrisi Dalam Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang bertempat di Balai Desa, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Program ini digelar guna mengedukasi masyarakat lokal mengenai pengelolaan limbah dapur menjadi pupuk ramah lingkungan yang mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus menghemat biaya perawatan tanaman.

Latar belakang pelaksanaan program ini didasari oleh melimpahnya limbah air cucian beras rumah tangga di Desa Celep yang selama ini dibuang tanpa dimanfaatkan. Padahal, limbah tersebut kaya akan nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang sangat dibutuhkan tanaman. Dalam praktiknya, para mahasiswa memperagakan secara langsung proses fermentasi sederhana dengan mencampurkan air cucian beras, molase atau gula jawa sebagai sumber energi mikroba, serta larutan EM4. Warga yang mendominasi jalannya acara tampak antusias menyimak dan mempraktikkan tiap tahapan pembuatan POC tersebut.

Ketua RT setempat mengapresiasi tinggi inisiatif yang dibawakan oleh para mahasiswa. 

"Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi warga kami. Selain mengurangi sampah rumah tangga, hasilnya bisa langsung dipakai untuk tanaman pekarangan tanpa harus membeli pupuk kimia," ujarnya di sela-sela kegiatan. 

Melalui program ini, masyarakat diharapkan mampu secara mandiri memproduksi pupuk organik guna mendukung ketahanan pangan skala rumah tangga.

Acara reportase ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, penyerahan modul panduan pembuatan POC secara simbolis kepada perangkat desa, serta pembagian sampel produk pupuk organik cair yang telah siap pakai kepada para peserta pelatihan.



Penulis/Reporter: Shakila Nawra Ramadhina (Kimia 2023, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro)
Fotografer: Marshanda Kinanti Rachmadhani
Kontak Media / Humas Kelompok: kknundip.desacelep
Editor: Achmad Munandar

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Melakukan Pendataan Door to Door untuk Memverifikasi Status Pendidikan Anak Tidak Sekolah di Desa Celep

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Melakukan Pendataan Door to Door untuk Memverifikasi Status Pendidikan Anak Tidak Sekolah di Desa Celep

 

Dokumentasi Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melakukan pendataan secara door to door untuk memverifikasi status pendidikan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Celep.
Sumber: Dokimentasi Pribadi


wirausahanesia.comSRAGEN, 7 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) secara door to door di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memverifikasi kembali status pendidikan anak berdasarkan data ATS yang tersedia sejak tahun 2023.

Data ATS yang menjadi acuan dalam kegiatan ini merupakan data tahun 2023 sehingga diperlukan pengecekan kembali untuk mengetahui kondisi terkini. Verifikasi dilakukan untuk memastikan apakah anak yang tercatat dalam data tersebut masih tidak bersekolah atau telah kembali melanjutkan pendidikan.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan kunjungan secara langsung dari rumah ke rumah berdasarkan daftar data ATS yang tersedia. Mahasiswa melakukan konfirmasi kepada orang tua atau anggota keluarga mengenai status pendidikan anak pada saat pendataan.
 
Pendataan dilakukan dengan mencatat informasi berdasarkan hasil konfirmasi di lapangan. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui kesesuaian antara data ATS tahun 2023 dengan kondisi pendidikan anak saat ini.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam membantu proses pemutakhiran data pendidikan di tingkat desa. Hasil verifikasi diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih aktual mengenai status pendidikan anak yang sebelumnya tercatat dalam data ATS.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap hasil pendataan dapat menjadi bahan informasi bagi pihak terkait dalam melakukan pemantauan dan menentukan langkah selanjutnya terhadap anak yang masih berada dalam kondisi tidak sekolah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pengumpulan dan pengecekan kembali data hasil pendataan dari masing-masing rumah. Hasil verifikasi tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pemutakhiran data ATS di Desa Celep.



Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Melakukan Pendataan Door to Door untuk Memverifikasi Status Pendidikan Anak Tidak Sekolah di Desa Celep

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Melakukan Pendataan Door to Door untuk Memverifikasi Status Pendidikan Anak Tidak Sekolah di Desa Celep


Dokumentasi Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melakukan pendataan secara door to door untuk memverifikasi status pendidikan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Celep.
Sumber: Dokimentasi Pribadi


wirausahanesia.comSRAGEN, 7 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) secara door to door di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk memverifikasi kembali status pendidikan anak berdasarkan data ATS yang tersedia sejak tahun 2023.

Data ATS yang menjadi acuan dalam kegiatan ini merupakan data tahun 2023 sehingga diperlukan pengecekan kembali untuk mengetahui kondisi terkini. Verifikasi dilakukan untuk memastikan apakah anak yang tercatat dalam data tersebut masih tidak bersekolah atau telah kembali melanjutkan pendidikan.

Pendataan dilakukan dengan mencatat informasi berdasarkan hasil konfirmasi di lapangan. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk mengetahui kesesuaian antara data ATS tahun 2023 dengan kondisi pendidikan anak saat ini.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro dalam membantu proses pemutakhiran data pendidikan di tingkat desa. Hasil verifikasi diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih aktual mengenai status pendidikan anak yang sebelumnya tercatat dalam data ATS.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap hasil pendataan dapat menjadi bahan informasi bagi pihak terkait dalam melakukan pemantauan dan menentukan langkah selanjutnya terhadap anak yang masih berada dalam kondisi tidak sekolah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pengumpulan dan pengecekan kembali data hasil pendataan dari masing-masing rumah. Hasil verifikasi tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pemutakhiran data ATS di Desa Celep.



Penulis: 
Rifky Tegar Musyafa

Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Verifikasi Data Anak Tidak Sekolah melalui Pendataan Langsung di Desa Celep

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Verifikasi Data Anak Tidak Sekolah melalui Pendataan Langsung di Desa Celep

 

Dokumentasi Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melakukan pendataan secara door to door untuk memverifikasi status pendidikan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Celep.
Sumber: Dokimentasi Pribadi

wirausahanesia.comSRAGEN, 7 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan verifikasi data Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui pendataan langsung dari rumah ke rumah di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperoleh data pendidikan yang lebih sesuai dengan kondisi terkini di masyarakat.

Pendataan tersebut berangkat dari adanya data ATS yang telah tersedia sejak tahun 2023. Seiring berjalannya waktu, status pendidikan anak dapat mengalami perubahan. Anak yang sebelumnya tercatat tidak sekolah dapat kembali menempuh pendidikan, sehingga diperlukan pengecekan secara langsung untuk memastikan kondisi terbaru.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN melakukan kunjungan ke sejumlah rumah yang tercantum dalam data awal. Proses verifikasi dilakukan dengan berkomunikasi bersama orang tua atau keluarga untuk memperoleh keterangan mengenai status pendidikan anak yang bersangkutan.

Pendekatan door to door memungkinkan mahasiswa memperoleh informasi secara langsung dari pihak keluarga. Setiap informasi yang diperoleh kemudian dicatat dan disesuaikan dengan data yang telah tersedia sebelumnya.

Proses pendataan meliputi pengecekan identitas anak serta konfirmasi mengenai kondisi pendidikannya saat ini. Dari hasil tersebut, dapat diketahui apakah anak masih berada dalam kategori tidak sekolah atau telah melanjutkan pendidikan.

Kegiatan verifikasi ini menghasilkan informasi terbaru yang dapat digunakan sebagai bahan pemutakhiran data ATS Desa Celep. Dengan adanya pengecekan lapangan, data yang sebelumnya bersumber dari tahun 2023 dapat dibandingkan dengan kondisi aktual yang ditemukan pada saat kegiatan berlangsung.

Pendataan secara langsung juga menjadi langkah penting dalam mengurangi ketidaksesuaian antara data administrasi dan kondisi masyarakat. Informasi yang telah diverifikasi diharapkan dapat membantu pihak terkait memperoleh gambaran yang lebih aktual mengenai kondisi pendidikan anak di Desa Celep.

Bagi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, kegiatan ini menjadi bentuk keterlibatan dalam mendukung proses administrasi dan pemutakhiran data pendidikan di tingkat desa. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam melakukan pengumpulan serta verifikasi data secara langsung di lapangan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap data hasil verifikasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar informasi bagi pihak terkait dalam menentukan langkah selanjutnya, khususnya terhadap anak yang masih belum memperoleh akses pendidikan.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan pengecekan kembali data yang telah dikumpulkan dari setiap rumah yang dikunjungi. Hasil pendataan selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pemutakhiran informasi Anak Tidak Sekolah di Desa Celep.



Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Turut Memperbarui Data Anak Tidak Sekolah melalui Kunjungan Rumah di Desa Celep

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Turut Memperbarui Data Anak Tidak Sekolah melalui Kunjungan Rumah di Desa Celep

 

Dokumentasi Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melakukan pendataan secara door to door untuk memverifikasi status pendidikan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Celep.
Sumber: Dokimentasi Pribadi


wirausahanesia.comSRAGEN, 7 Agustus 2026 – Upaya memperoleh data pendidikan yang lebih aktual dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melalui kegiatan pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen. Pendataan dilaksanakan secara door to door pada Jumat, 7 Agustus 2026, dengan mendatangi langsung rumah anak yang tercantum dalam data ATS.

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro melakukan kunjungan rumah untuk mengonfirmasi status pendidikan anak dalam kegiatan pemutakhiran data ATS di Desa Celep.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengacu pada data ATS yang tersedia sejak tahun 2023. Mengingat data tersebut sudah tidak mencerminkan kondisi terbaru secara keseluruhan, diperlukan pengecekan lapangan untuk mengetahui adanya perubahan status pendidikan anak.

Melalui kunjungan langsung, mahasiswa melakukan konfirmasi kepada orang tua atau anggota keluarga mengenai kondisi pendidikan anak yang tercantum dalam daftar. Informasi yang diperoleh meliputi status pendidikan anak pada saat pendataan, sehingga dapat diketahui apakah anak masih tidak bersekolah atau telah melanjutkan pendidikan.
 
Metode door to door digunakan untuk memperoleh informasi secara langsung dari keluarga. Selain melakukan konfirmasi, mahasiswa juga mencatat hasil pendataan berdasarkan keterangan yang diberikan oleh pihak keluarga dan mencocokkannya dengan data awal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pemutakhiran data ATS di Desa Celep. Hasil pengecekan lapangan dapat memberikan gambaran mengenai perubahan kondisi pendidikan anak sejak data tersebut terakhir diperbarui pada tahun 2023.

Data yang telah diverifikasi selanjutnya dapat menjadi bahan informasi bagi pihak terkait dalam melihat kondisi pendidikan anak di Desa Celep. Khususnya, informasi tersebut dapat membantu mengidentifikasi anak yang masih tercatat sebagai tidak sekolah dan membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Bagi mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pengelolaan data pendidikan di tingkat desa. Pendataan secara langsung juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam melakukan verifikasi informasi administratif berdasarkan kondisi nyata di masyarakat.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan data ATS yang tersedia dapat menjadi lebih akurat dan sesuai dengan kondisi terkini. Pemutakhiran informasi juga dapat mendukung pihak terkait dalam menentukan langkah yang diperlukan untuk membantu anak yang masih berada di luar sistem pendidikan.

Setelah seluruh kunjungan selesai dilakukan, mahasiswa melakukan rekapitulasi terhadap informasi yang telah diperoleh dari masyarakat. Hasil tersebut kemudian dapat digunakan sebagai bahan pembaruan data Anak Tidak Sekolah di Desa Celep.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro berharap data hasil verifikasi dapat dimanfaatkan sebagai dasar informasi bagi pihak terkait dalam menentukan langkah selanjutnya, khususnya terhadap anak yang masih belum memperoleh akses pendidikan.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan pengecekan kembali data yang telah dikumpulkan dari setiap rumah yang dikunjungi. Hasil pendataan selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan pemutakhiran informasi Anak Tidak Sekolah di Desa Celep.


Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Kenalkan dan Ajarkan Pajak Pertambahan Nilai Melalui Kegiatan Ecoprint Kepada Siswa SD Celep 5

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Kenalkan dan Ajarkan Pajak Pertambahan Nilai Melalui Kegiatan Ecoprint Kepada Siswa SD Celep 5



wirausahanesia.comCELEP, SRAGEN, 1 Agustus 2026 – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) Desa Celep mengajak siswa kelas 5 dan 6 SD Negeri 5 Celep mengenal lingkungan, kewirausahaan, dan perpajakan melalui kegiatan kreatif ecoprint. Kegiatan yang diikuti sekitar 40 siswa tersebut dilaksanakan pada Sabtu (1/8) di SD Negeri 5 Celep, Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.

Kegiatan bertajuk “Program Edukasi Lingkungan, Kewirausahaan Kreatif, dan Pengenalan Pajak melalui Kegiatan Ecoprint” merupakan program kerja multidisiplin yang menggabungkan beberapa bidang keilmuan dalam satu rangkaian kegiatan. Program tersebut terdiri atas pengenalan pemilahan sampah, praktik ecoprint, pengenalan kewirausahaan melalui perbandingan harga, serta pengenalan perpajakan secara sederhana.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan pemilahan sampah dan kegiatan interaktif untuk membangun pemahaman siswa mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik ecoprint menggunakan bahan alami sehingga siswa dapat secara langsung menghasilkan karya dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Setelah menghasilkan karya ecoprint, siswa diperkenalkan pada konsep sederhana mengenai nilai ekonomi suatu produk. Melalui kegiatan perbandingan harga, siswa diajak memahami bahwa sebuah produk memiliki biaya dan nilai jual yang perlu dipertimbangkan sebelum dipasarkan.

Pada sesi terakhir, Arfa Dhia Hanania, mahasiswa Akuntansi Perpajakan, memberikan pendampingan mengenai pengenalan pajak melalui simulasi penjualan hasil karya ecoprint. Siswa diajak menghitung secara sederhana nilai penjualan dari karya yang telah dibuat serta memahami hubungan antara kegiatan ekonomi, pajak, dan manfaat pajak dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin mengenalkan pajak melalui sesuatu yang dekat dengan aktivitas anak-anak. Setelah mereka membuat sendiri karya ecoprint, mereka dapat melihat bahwa sebuah karya juga memiliki nilai ekonomi ketika dijual. Dari situ, kami mengenalkan secara sederhana bahwa dalam kegiatan ekonomi terdapat aspek perpajakan yang juga perlu dipahami,” ujar Arfa.


 

Sebagai bagian dari kegiatan, siswa juga memperoleh Kartu Wajib Pajak Cilik sebagai media edukasi dan simulasi pengenalan administrasi perpajakan. Kartu tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan siswa sekaligus menjadi media untuk memperkenalkan konsep kepatuhan administrasi perpajakan sejak dini.

Kegiatan mendapat respons positif dari pihak sekolah. Pihak SD Negeri 5 Celep menyambut baik kegiatan yang menggabungkan edukasi lingkungan, kreativitas, kewirausahaan, dan pengenalan pajak dalam satu rangkaian pembelajaran. Pendekatan berbasis praktik dinilai dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret bagi siswa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mulai mengenal proses sederhana di balik suatu produk, mulai dari pemanfaatan bahan, pembuatan karya, hingga nilai ekonominya. Pengenalan pajak melalui simulasi juga diharapkan dapat menjadi pengalaman awal bagi siswa untuk memahami peran pajak dalam kehidupan masyarakat.


Penulis/Reporter: Arfa Dhia Hanania
Fotografer: Marshanda Kinanti
Kontak Media: afadhiah2@gmail.com
Editor: Achmad Munandar
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Dampingi Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) dan Pengelolaan Aset Guna Tingkatkan Potensi Desa Celep

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Dampingi Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) dan Pengelolaan Aset Guna Tingkatkan Potensi Desa Celep




wirausahanesia.comCELEP, SRAGEN, 6 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) Desa Celep melaksanakan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani dan ternak Desa Celep dalam mengembangkan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sekaligus memperkuat pengelolaan ekonomi dan administrasi kelompok. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (6/8) di Pendopo Balai Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen.

Kegiatan multidisiplin tersebut terdiri atas Pelatihan dan Pendampingan Tata Kelola Administrasi BUMDes serta Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Limbah Pertanian dan Peternakan Menuju Pertanian Berkelanjutan. Kegiatan melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dengan menggabungkan aspek teknologi pengolahan limbah, pengelolaan usaha, dan administrasi dalam mendukung potensi pertanian Desa Celep.

Salah satu mahasiswa yang terlibat, Arfa Dhia Hanania dari Program Studi Akuntansi Perpajakan, memberikan pendampingan yang berfokus pada perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pengenalan pajak untuk UMKM, serta pendampingan pencatatan aset Gapoktan. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu kelompok tani memahami nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan sekaligus meningkatkan keteraturan administrasi kelompok.

Pendampingan diawali dengan pengenalan konsep Harga Pokok Produksi (HPP). Peserta diajak mengidentifikasi berbagai biaya yang diperlukan dalam menghasilkan suatu produk, mulai dari bahan yang digunakan hingga biaya pendukung produksi. Setelah komponen biaya diidentifikasi, peserta kemudian didampingi untuk menghitung total biaya produksi dan menentukan HPP secara sederhana berdasarkan contoh produk yang dihasilkan dalam kegiatan pemanfaatan limbah.

Melalui praktik tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai cara menghitung biaya produksi, tetapi juga dapat mengetahui berapa biaya yang sebenarnya diperlukan untuk menghasilkan suatu produk. Informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi kelompok dalam mempertimbangkan harga jual produk apabila hasil pengolahan limbah nantinya dikembangkan menjadi kegiatan yang bernilai ekonomi.

Setelah pendampingan HPP, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan pajak UMKM secara sederhana. Materi disampaikan dengan menghubungkan kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat dengan aspek perpajakan yang mungkin muncul ketika kegiatan tersebut berkembang menjadi usaha. Pendekatan ini dilakukan agar peserta dapat memahami bahwa pencatatan dan perhitungan usaha merupakan bagian penting dalam mempersiapkan pengelolaan usaha yang lebih tertib.

“Kami ingin pendampingan ini dimulai dari hal yang paling dekat dengan kegiatan kelompok, yaitu menghitung biaya produksi dan HPP. Setelah mengetahui biaya produksinya, masyarakat bisa lebih mudah memahami bagaimana menentukan nilai jual dan mengenal aspek perpajakan apabila kegiatan tersebut nantinya berkembang menjadi usaha,” ujar Arfa.

Selain aspek perhitungan dan perpajakan, Arfa juga melakukan pendampingan pengisian Kartu Inventaris Aset Gapoktan. Peserta diarahkan untuk mendata aset dan peralatan yang digunakan dalam kegiatan kelompok, termasuk alat komposter yang digunakan dalam proses pemanfaatan limbah. Pendataan dilakukan dengan mencatat informasi seperti nama aset, jumlah, kondisi, lokasi penyimpanan, serta keterangan lain yang diperlukan.

Pendataan inventaris tersebut diharapkan dapat membantu Gapoktan mengetahui aset yang dimiliki, memantau kondisi peralatan, serta mengurangi risiko aset tidak terdata atau tidak terpantau penggunaannya. Kartu inventaris juga dirancang agar dapat digunakan kembali oleh kelompok dalam melakukan pembaruan data secara berkala.

Pada rangkaian kegiatan lainnya, mahasiswa dari bidang saintek memberikan pendampingan dalam pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan melalui pengolahan limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Kolaborasi tersebut mempertemukan aspek produksi dan teknologi pengolahan dengan aspek perhitungan ekonomi dan administrasi, sehingga hasil kegiatan tidak hanya berhenti pada pembuatan produk.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNDIP berharap Gapoktan Desa Celep dapat menerapkan perhitungan HPP secara sederhana dalam kegiatan produksi, memiliki pemahaman awal mengenai aspek perpajakan ketika usaha berkembang, serta melanjutkan pencatatan aset secara berkala. Dengan demikian, pemanfaatan potensi limbah pertanian dan peternakan dapat didukung oleh pengelolaan ekonomi dan administrasi yang lebih tertib.


Penulis/Reporter: Arfa Dhia Hanania
Fotografer: Marshanda Kinanti
Kontak Media: afadhiah2@gmail.com 
Editor: Achmad Munandar
Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Melakukan Verifikasi Data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Celep

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Melakukan Verifikasi Data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Celep




wirausahanesia.comCELEP, SRAGEN, 25 Juli 2026 – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Diponegoro (UNDIP) Desa Celep melaksanakan kegiatan verifikasi data Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, pada Sabtu (25/7). Kegiatan dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh anggota tim dengan membagi mahasiswa ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk melakukan verifikasi data secara langsung kepada ketua Rukun Tetangga (RT) di wilayah Desa Celep.

Kegiatan verifikasi ATS dilaksanakan sebagai upaya untuk memperoleh data pendidikan anak yang lebih akurat berdasarkan kondisi terkini di masing-masing wilayah. Verifikasi dilakukan dengan melibatkan ketua RT sebagai pihak yang mengetahui kondisi masyarakat di lingkungan setempat, sehingga data yang diperoleh dapat dibandingkan dan dikonfirmasi secara langsung.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang masing-masing bertanggung jawab melakukan verifikasi pada wilayah RT yang telah ditentukan. Setiap kelompok melakukan komunikasi dengan ketua RT untuk menanyakan keberadaan dan kondisi pendidikan anak yang tercatat dalam data awal, termasuk status sekolah dan perubahan kondisi yang mungkin terjadi.

Proses verifikasi dilakukan melalui wawancara dan pencocokan informasi dengan kondisi yang diketahui oleh ketua RT. Data yang diperoleh kemudian dicatat oleh mahasiswa dan dikelompokkan berdasarkan hasil konfirmasi di lapangan. Pembagian tugas tersebut memungkinkan seluruh anggota tim untuk terlibat secara langsung sekaligus memperluas jangkauan wilayah pendataan.

 
Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan, seluruh siswa yang berhasil dikonfirmasi diketahui masih bersekolah. Dalam prosesnya, mahasiswa juga menemukan beberapa kondisi yang memerlukan pembaruan data, seperti terdapat siswa yang telah pindah sekolah serta terdapat anak dengan kondisi disabilitas sejak lahir. Temuan tersebut menjadi bagian dari hasil pemutakhiran informasi yang diperoleh melalui verifikasi bersama ketua RT.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk memastikan kembali kondisi anak berdasarkan informasi terbaru dari masing-masing wilayah. Dari hasil verifikasi, seluruh siswa yang berhasil kami konfirmasi masih bersekolah, sementara terdapat beberapa data yang perlu diperbarui, seperti siswa yang sudah pindah sekolah dan anak dengan kondisi tertentu,” ujar Arfa.

Kegiatan verifikasi juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya ketelitian dalam pendataan sosial masyarakat. Informasi yang diperoleh tidak hanya berkaitan dengan status sekolah, tetapi juga membantu mahasiswa melihat kondisi pendidikan masyarakat secara lebih nyata melalui komunikasi langsung dengan lingkungan tempat tinggal anak.

Hasil verifikasi tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan dokumentasi dan pemutakhiran data ATS Desa Celep. Dengan adanya proses verifikasi secara langsung, diharapkan data yang tersedia dapat lebih sesuai dengan kondisi aktual masyarakat dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan tindak lanjut yang diperlukan.


Penulis/Reporter: Arfa Dhia Hanania
Fotografer: Naysa Aurelia
Kontak Media: afadhiah2@gmail.com 
Editor: Achmad Munandar