Jalan Lebih Baik, Desa Lebih Maju: Mahasiswa KKN UNDIP Susun RAB Aspal

Jalan Lebih Baik, Desa Lebih Maju: Mahasiswa KKN UNDIP Susun RAB Aspal

 



wirausahanesia.com - Mahasiswa KKN Tim I UNDIP berkontribusi dalam peningkatan infrastruktur desa dengan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk proyek pembangunan aspal di Desa Somopuro, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Program yang dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2025 ini menjadi langkah awal dalam upaya meningkatkan kualitas jalan desa demi menunjang kesejahteraan masyarakat.

Bagas Yoga Mahendra, mahasiswa Teknik Sipil, menginisiasi program ini karena melihat kondisi jalan desa yang memerlukan banyak perbaikan. Infrastruktur jalan yang layak sangat diperlukan untuk menunjang mobilitas masyarakat dalam sektor ekonomi, pendidikan, maupun sosial. “Akses jalan yang baik sangat penting bagi masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari. Oleh karena itu, kami berusaha menyusun RAB yang realistis,” ujar Bagas.

Sebagai langkah awal, mahasiswa KKN Tim I UNDIP melakukan survei langsung ke titik di desa yang membutuhkan perbaikan jalan dengan mengukur panjang, lebar, dan ketebalan jalan yang akan diperbaiki. Selain itu, dilakukan perhitungan kebutuhan material dan tenaga kerja yang diperlukan agar proyek ini dapat berjalan dengan efisien. Proses penyusunan RAB dilakukan melalui diskusi antara mahasiswa, aparat desa, dan tokoh masyarakat sehingga diperoleh data akurat mengenai kondisi jalan serta potensi sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Kolaborasi ini bertujuan agar perencanaan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan desa dan mampu direalisasikan dengan baik.

Program ini mendapat respon positif dari pemerintah desa. Kepala Desa Somopuro menyampaikan apresiasinya terhadap mahasiswa KKN yang telah membantu dalam penyusunan perencanaan pembangunan jalan. “Kami sangat mengapresiasi upaya mahasiswa KKN UNDIP. Penyusunan RAB ini sangat membantu untuk mengoptimalkan anggaran dalam proyek pembangunan aspal jalan desa Somopuro,” ungkapnya.

Setelah RAB selesai disusun, dokumen ini diserahkan kepada pemerintah desa sebagai dasar dalam upaya memperoleh dukungan dana untuk pembangunan jalan. Harapannya, proyek pembangunan aspal segera terealisasi sehingga masyarakat dapat menikmati jalan yang lebih baik dan nyaman. Selain itu, diharapkan dengan adanya kolaborasi dan sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah, pembangunan infrastruktur desa dapat berjalan lebih cepat dan merata, membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi warga.



Penulis : 
Bagas Yoga Mahendra

Editor :
Achmad Munandar
Edukasi dan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Dasar untuk Pelaku UMKM dengan Aplikasi Pencatatan Keuangan (Buku Warung)

Edukasi dan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Dasar untuk Pelaku UMKM dengan Aplikasi Pencatatan Keuangan (Buku Warung)

 



wirausahanesia.com - Puloharjo, 27 Januari 2025 – Dalam upaya meningkatkan literasi keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Puloharjo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) mengadakan program “Edukasi dan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Dasar untuk Pelaku UMKM dengan Aplikasi Pencatatan Keuangan (Buku Warung)”. Program ini bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM dalam memahami pentingnya pencatatan keuangan yang baik serta memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan mereka.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 27 Januari 2025 ini menghadirkan sesi edukasi mengenai konsep dasar keuangan serta pelatihan langsung dalam penggunaan aplikasi Buku Warung, sebuah platform pencatatan keuangan digital yang mudah digunakan. Pelaku UMKM diajarkan cara mencatat pemasukan, pengeluaran, serta mengelola arus kas usaha mereka secara lebih efisien dengan aplikasi tersebut. Selain itu, peserta juga diberikan materi tentang pentingnya pencatatan transaksi harian untuk memudahkan perencanaan keuangan dan pengambilan keputusan bisnis.

Tim KKN menyampaikan bahwa salah satu tantangan utama bagi pelaku UMKM adalah kurangnya pencatatan keuangan yang rapi dan sistematis. “Banyak UMKM yang masih mencatat keuangan secara manual atau bahkan tidak mencatat sama sekali. Dengan adanya aplikasi Buku Warung, kami berharap mereka bisa lebih tertib dalam mengelola keuangan usaha sehingga dapat berkembang lebih baik,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan teknologi digital dalam pencatatan keuangan dapat membantu pelaku usaha lebih cepat dalam mengakses laporan keuangan serta menghindari kesalahan dalam pencatatan.





Sebagai output dari kegiatan ini, Tim KKN juga menyusun booklet edukasi yang berisi panduan praktis dalam melakukan pencatatan keuangan serta langkah-langkah menggunakan aplikasi Buku Warung. Booklet ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM dalam mengimplementasikan pencatatan keuangan digital secara mandiri. Selain itu, booklet ini akan didistribusikan kepada peserta yang tidak sempat hadir agar mereka tetap bisa mendapatkan manfaat dari program ini.

Salah satu peserta pelatihan, Ibu Dewi, pemilik usaha Batik Ciprat Dewi di Kelurahan Puloharjo, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas program ini. “Saya biasanya mencatat pemasukan dan pengeluaran hanya di buku biasa, kadang malah lupa. Dengan aplikasi ini, saya bisa lebih mudah melihat laporan keuangan usaha saya,” katanya. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar UMKM semakin maju.

Selain itu, Suaminya, seorang penjual gas di Kelurahan Puloharjo, juga menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan ini. “Saya baru pertama kali mengenal aplikasi Buku Warung, dan ternyata sangat membantu dalam mencatat keuangan bisnis saya. Sekarang saya bisa lebih mudah melihat keuntungan dan mengatur stok dengan lebih baik,” ujarnya. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat karena memberikan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan dalam bisnis.

Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM di Kelurahan Puloharjo dapat semakin berkembang dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi digital.



Editor:
Achmad Munandar
Breaking News Bukalapak Resmi Tutup Operasional Penjualan Produk Fisik Di Marketplace Kini Hanya Jual Produk Virtual

Breaking News Bukalapak Resmi Tutup Operasional Penjualan Produk Fisik Di Marketplace Kini Hanya Jual Produk Virtual




wirausahanesia.com - Awal tahun 2025 kabar mengejutkan datang dari salah satu startup ecommer terbesar di Indonesia yaitu Bukalapak. Bukalapak Resmi Menutup operasional penjualan produk fisik di marketplace mereka, kini bukalapak hanya menjual pulsa, voucher dll

Sebagai informasi Bukalapak masih menjadi IPO Terbesar sepanjang sejarah bursa efek sampai hari ini, dengan dana Rp 22 T.

Bukalapak.com (ditulis bukalapak) merupakan salah satu perusahaan perdagangan elektronik Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 2010 oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Muhamad Fajrin Rasyid sebagai lokapasar untuk memfasilitasi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Kini, Bukalapak berkembang menjadi platform all commerce dengan ekspansi ke lini bisnis online to offline (O2O), business to business (B2B), finansial, dan logistik. 

Bukalapak memimpin penetrasi digital di kalangan warung di Indonesia dengan persentase mencapai 56% berdasarkan hasil studi Nielsen pada tahun 2022. Hingga Mei 2023, Bukalapak melayani sedikitnya 130 juta pengguna dan 16,8 Juta mitra UMKM, serta memproses rata-rata lebih dari dua juta transaksi harian. 

Saat ini, Bukalapak menjadi salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia dan masuk ke dalam jajaran startup unicorn.  Penawaran umum perdana (IPO) pertamanya di Bursa Efek Indonesia pada 2021 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia, yakni sebesar USD 1,5 miliar. 

Pada 7 Januari 2025, Bukalapak mengumumkan akan menutup layanan marketplace dan fokus pada penjualan produk virtual seperti pulsa, paket data, token listrik dan sebagainya.









Mahasiswi KKN UNDIP Ajarkan Pembukuan Sederhana bagi Para Pelaku Usaha

Mahasiswi KKN UNDIP Ajarkan Pembukuan Sederhana bagi Para Pelaku Usaha

 



wirausahanesia.com - Temanggung (06/07/2024) - Mahasiswi KKN TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2024 melaksanakan Optimalisasi UMKM dalam aspek operasional pengelolaan keuangan sederhana.

Pemilik usaha yang ada di Desa Gedongsari dusun Gandok masih mengabaikan pencatatan keuangan dan pembukuan usaha. Hal tersebut dikarenakan pemilik usaha belum memiliki kemampuan dalam melakukan pencatatan yang baik dan benar, serta menganggap bahwa pencatatan keuangan dan pembukuan adalah hal yang rumit dan merepotkan, padahal pembukuan sangat penting dilakukan bagi suatu usaha untuk mengetahui kondisi keuangan usaha. Selain itu, pemilik usaha sering mencampur adukkan antara keuangan rumah tangga dan keuangan usaha. Tidak sedikit usaha yang mengalami kerugian dikarenakan tidak adanya pengelolaan keuangan yang memadai.
 





Berdasarkan permasalahan tersebut, Putri Julia Anggraini (21) yang merupakan salah satu Mahasiswi KKN Tim II Universitas Diponegoro Tahun 2024 mengadakan program " Optimalisasi UMKM dalam aspek operasional pengelolaan keuangan sederhana.” Di Desa Gedongsai Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung. Kegiatan ini menyasar pada pelaku usaha yang belum melakukan pencatatan keuangan dan pembukuan, sehingga dengan adanya program ini akan memberikan pemahaman mengenai pentingnya pembukuan usaha dan tata cara melakukan pembukuan usaha yang baik dan benar. Pembukuan sederhana dapat dilakukan secara manual maupun dengan bantuan sistem.

Pembukuan dengan bantuan sistem dapat memanfaatkan aplikasi pembukuan yang mudah dipahami dan dioperasikan. Salah satunya yaitu Dengan Pembuatan buku sederhana secara manual, yang cara ini sangat mudah dilakukan dan dapat serta merta dipahami dengan baik. Dalam pembukuan kali ini berisi menu dan akun-akun pembukuan yang sering digunakan pada Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM). Selain itu, juga berisi panduan, keterangan dari tiap akun dan contoh pencatatan yang saya berikan dalam edukasi pembukuan sehingga mudah dipahami oleh pemilik usaha.
 





Pelaksanaan program optimalisasi UMKM dalam aspek operasional pengelolaan keuangan melaui  pembukuan dasar keuangan dilakukan secara langsung kepada pemilik usaha seperti pemilik usaha warung, jajan dan maupun usaha retail rumah tangga dilakukan secara door to door dikarenakan memiliki sektor usaha yang berbeda sehingga pelatihannya juga berbeda.
Kegiatan ini diawali dengan mengajarkan pembukuan yang sederhana dengan template pembukuan dasar agar mudah di pahami. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan materi akuntansi sederhana, dan tata cara penggunaannya untuk memudahkan pembukuan sederhana. 

Program ini mendapat respon yang positif dari para pemilik usaha di, Desa Gedongsari. Peserta pelatihan pembukuan sederhana sangat antusias untuk mempraktikkan secara langsung bagaimana menginput pencatatan keuangan sederhana hingga melihat laporan keuangan yang dihasilkan dari hasil pencatatan tersebut.

Program Optimalisasi UMKM dalam aspek operasional pengelolaan keungan melalui pembukuan dasar keuangaan di, Desa Gedongsari Dengan respon positif tersebut, diharapkan bahwa program edukasi dan pelatihan pembukuan sederhana untuk menguatkan manajemen pelaku usaha di kelurahan sadeng dapat bermanfaat dan diterapkan oleh para pemilik usaha sehingga keuangan usaha dapat terkelola dan terkontrol dengan baik.



Penulis : 
Putri Julia Anggraini

Editor:
Achmad Munandar
Sebagai Modal keberjalanan UMKM, Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Tekankan Perlunya Modal Sosial dalam Mencapai Tujuan Bersama Suatu Bisnis

Sebagai Modal keberjalanan UMKM, Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Tekankan Perlunya Modal Sosial dalam Mencapai Tujuan Bersama Suatu Bisnis

 



wirausahanesia.comPada Senin, 12 Agustus 2024, Mahasiswa KKN TIM II program studi Antropologi Sosial bernama Ahimsa Dhiya Kamilia meneliti modal sosial yang diterapkan pada UMKM Keripik Singkong Pak Haryoto di Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja monodisiplin yang dilaksanakan sesuai dengan keilmuannya. 

Luaran dari penelitian ini berupa flyer etnofotografi yang berisikan segala kegiatan dan interaksi yang terlaksana di dalam UMKM Keripik Singkong. Etnofotografi sendiri merupakan gambaran kebudayaan yang diberikan dengan jelas kepada pembaca melalui fotografi sebagai citra visual. Dalam konteks ini, sistem mata pencaharian hidup sebagai salah satu dari tujuh unsur kebudayaan digaris bawahi disini.

Singkat mengenai penjabaran etnofotografi, Pak Haryoto merupakan pemilik UMKM Keripik Singkong “Langgeng” yang telah dibangun sejak awal tahun 2000-an. Sistem kerja yang diterapkan fleksibel dan brayan dengan para pekerja untuk menciptakan rasa kekeluargaan yang erat. Menurut Pak Haryoto sebagai pemilik UMKM, “Pekerjaan yang didalamnya mencakup interaksi dengan orang lain memerlukan sikap adil yang tidak membuat masyarakat sungkan untuk mendekati karena didalam kelompok seperti ini ada orang yang saling membutuhkan satu sama lain.” tutur Pak Haryoto. Ia menambahkan bahwa budaya unggah ungguh, sopan santun dan rasa saling menghargai akan selalu dibutuhkan dalam masyarakat.





Modal sosial merupakan bagaimana suatu kelompok memerlukan kerjasama yang baik dari tiap anggota masyarakat supaya tercapai tujuan bersama, khususnya pada UMKM. Modal sosial bukanlah modal berupa harta kekayaan atau uang, namun merupakan aset atau modal nyata yang penting dalam hidup bermasyarakat berupa kemauan baik, rasa bersahabat, saling simpati, dan hubungan sosial yang erat pada suatu kelompok sosial. Dengan demikian, modal sosial yang terbangun melalui interaksi kekeluargaan dan prinsip kebudayaan melalui kebiasaan yang baik tidak hanya menciptakan iklim kerja yang positif tetapi juga mendorong keberlanjutan dan kesuksesan UMKM dalam jangka panjang.

Kini, dengan pola pikir tersebut, UMKM Keripik Singkong Pak Haryoto telah tersebar di wilayah Pekalongan, Pemalang, Batang, hingga Tegal selama puluhan tahun. Pada akhirnya, interaksi pada UMKM Keripik Singkong Pak Haryoto menjalankan modal sosial yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas namun juga kualitas interaksi didalamnya. Hal ini pun perlu diterapkan pada UMKM lainnya. Flyer etnofotografi akan dipasang di Balai Desa sehingga siapapun yang berkunjung akan membaca dan menerapkan modal sosial yang telah diterapkan oleh UMKM Keripik Singkong Pak Haryoto.



Editor:
Achmad Munandar



Digitalisasi Pencatatan Pembukuan Keuangan Secara Sederhana Melalui Aplikasi Buku Warung Oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip 2024

Digitalisasi Pencatatan Pembukuan Keuangan Secara Sederhana Melalui Aplikasi Buku Warung Oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip 2024




wirausahanesia.com - Permasalahan yang dialami oleh kebanyakan pelaku UMKM di Desa Sidorejo adalah belum teroptimalisasinya pencatatan keuangan, pelaku usaha mengatakan kesulitan dalam melakukan pencatatan dikarenakan tidak adanya pendampingan dari perangkat desa terkait. Lebih lagi, telah sejak lama kepengurusan BUMDes tidak berjalan dikarenakan belum ada calon pengganti untuk menjadi ketua BUMDes Desa Sidorejo, Kabupaten Batang. 

Hal ini sangat disayangkan jika beberapa pelaku usaha yang sudah memiliki usaha namun tidak adanya edukasi dari perangkat desa mengenai pengelolaan secara maksimal. Maka dari itu, sebagai mahasiswa KKN yang ditempatkan di Desa Sidorejo melihat ini adalah salah satu permasalahan yang sebenarnya memiliki peluang untuk dituntaskan atau dioptimalkan. Salah satu cara yang paling mudah untuk dilakukan adalah sosialisasi dan pengenalan untuk pencatatan keuangan sederhana, mengingat pada zaman sekarang semua sudah serba digital, optimalisasi menggunakan aplikasi adalah solusi yang sederhana dan tepat untuk diterapkan.  

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 6 Agustus 2024 di salah satu toko usaha obat-obat pertanian milik Mbak Agus. Berlokasi di Dusun Bendosari yang dimana mayoritas mata pencaharian penduduk adalah petani padi, petani melati, dan petani semangka. Pendampingan ini diberikan secara individu bertemu langsung dengan pelaku usaha, dilakukan dengan pemberian edukasi mendetail mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan pencatatan dengan disertai booklet yang berisi penjelasan secara rinci namun ringkas. 

Di Dusun Bendosari sendiri, hanya terdapat dua toko obat-obat pertanian yang dapat melengkapi kebutuhan petani. Namun, dikarenakan ada kendala maka dari itu hanya dilakukan pemberian edukasi terhadap salah satu pemilik usaha. Hasil dari kegiatan ini, pemilik usaha mengatakan merasa terbantu akan adanya program kerja ini dikarenakan pemberian materi mudah dipahami dan aplikasi yang dipilih juga sangat mudah untuk digunakan. 

Terdapat beberapa fitur yang dapat dimanfaatkan dari aplikasi Buku Warung, seperti pencatatan alur kas keuangan, pencatatan hutang dan piutang, dan pengelolaan stok barang. Dengan adanya aplikasi ini mahasiswa memanfaatkan untuk membantu pengoptimalan yang berfokus pada pengelolaan stok barang, dikarenakan banyaknya jumlah barang yang sering tidak diperhatikan atau dicatat oleh Mbak Agus. 

Pencatatan ini dilakukan guna untuk mengetahui sisa barang dan untuk memprediksi pembelian barang di masa yang akan mendatang. Sering juga, pelaku usaha lupa akan dana yang tertahan di pembeli atau bisa disebut piutang. Pengoptimalan performa dari usaha ini sangat dibantu dengan aplikasi Buku Warung. Aplikasi ini dengan mudah didapatkan melalui Google Play Store.



Editor:
Achmad Munandar
Sat Set!! Mahasiswa KKN Management Undip Sosialisasi QRIS Pada UMKM

Sat Set!! Mahasiswa KKN Management Undip Sosialisasi QRIS Pada UMKM




wirausahanesia.com - Dalam rangka program kerja mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2023/2024, Rafly Prasodjo Setiawan dari program studi Management IUP berinisiatif memberikan edukasi pendampingan  digital menggunakan sistem pembayaran online kepada para pelaku UMKM di Desa Suruh, Kec. Tasikmadu, Kab. Karanganyar. Kegiatan ini difokuskan pada pendampingan penggunaan pembayaran berbasis digital yang diharapkan dapat membantu masyarakat desa, terutama pelaku usaha kecil, dalam mengelola transaksi keuangan mereka. 

Program ini dilaksanakan pada 7 Agustus 2024 dengan melakukan kunjungan secara door to door ke beberapa UMKM guna memperkenalkan penggunaan transaksi melalui digitalisasi berbasis QRIS merupakan standar QR code system pembayaran yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. Program ini dibuat karena melihat para pemilik UMKM di Desa Suruh masih banyak yang belum memahami cara melakukan pembayaran  secara digital dan sebagian besar dari mereka masih melakukan pembayaran secara manual menggunakan uang kertas.

Kegiatan program kerja ini dimulai dengan pengenalan dan pendampingan penggunaan pembayaran transaksi berbasiskan QRIS, dimulai dari proses penjelasan apa yang dimaksud QRIS, Benefit penggunaan QRIS bagi pemilik UMKM, manfaat QRIS bagi pembeli serta menjelaskan syarat apa saja yang dibutuhkan untuk membuat QRIS untuk para pemilik UMKM.

 


Dengan adanya system pembayaran melalui QRIS, pemilik UMKM dapat menghemat waktu dan praktis bahkan dapat mencatat transaksi keuangan, serta mengurangi risiko kesalahan pencatatan keauangan yang masuk ke rekening pemilik UMKM dan menghindari terjadinya uang palsu yang diterima oleh pemilik UMKM. Selanjutnya laporan keuangan yang dihasilkan melalui pembayaran QRIS dapat membantu para pelaku UMKM dalam memantau arus kas secara otomatis dan menjadi lebih sadar akan pentingnya pencatatan keuangan yang teratur dan pembayaran alternative yang semakin beragam.

Alhasil program ini berjalan dengan baik dan kondusif serta memberikan dampak positif bagi para pemilik UMKM. Diharapkan para pelaku UMKM di Desa Suruh dapat lebih mandiri dan bijak dalam mengelola keuangan mereka melalui aplikasi SiApik untuk menuju kesejahteraan yang lebih baik, sehingga terwujud kemajuan transaksi finansial secara digital di Desa Suruh.



Penulis: 
Rafly Prasodjo Setiawan (Managemnt IUP 2020)

DPL: 
Moh. Asadullah Hasan Al Asy’Arie S.H., M.Kn.

Lokasi KKN: 
Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar

Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Adakan Pengenalan Perencanaan Keuangan Sederhana Kepada Ibu Rumah Tangga di Desa Sentul

Mahasiswa KKN TIM II UNDIP Adakan Pengenalan Perencanaan Keuangan Sederhana Kepada Ibu Rumah Tangga di Desa Sentul

 


Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro 
Bersama dengan Ibu-Ibu Desa Sentul
(Dokumentasi Pribadi)

wirausahanesia.comDalam upaya memberdayakan masyarakat Desa Sentul, mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2023/2024, Cindy Vionita Melati Pramesti dari program studi Akuntansi Perpajakan melakukan program kerja mengenai Perencanaan Keuangan Sederhana bagi Ibu Rumah Tangga di Desa Sentul, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang.

Program ini berhasil dilaksanakan pada 30 Juli 2024 dengan melakukan kunjungan secara door to door ke ibu-ibu Desa Sentul guna membantu para ibu rumah tangga di Desa Sentul dalam mengelola keuangan keluarga secara lebih baik dan terencana.

Kegiatan program kerja ini dimulai dengan memberikan materi tentang konsep dasar keuangan, pentingnya mengelola keuangan rumah tangga dengan baik, termasuk menjelaskan bagaimana cara merencanakan keuangan, mengalokasikan budget bulanan, dana darurat dan tabungan pendidikan, serta cara membuat anggaran bulanan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami supaya materi yang disampaikan dapat dimengerti oleh Ibu-Ibu Desa Sentul.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk perubahan yang lebih besar dan membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga di Desa Sentul.


 
Editor:
Achmad Munandar
Mahasiswa KKN UNDIP Memperkenalkan Investasi Pasar Modal kepada Muda-mudi Kelurahan Tipes sebagai Upaya Antisipatif Investasi Bodong dan Judi Online

Mahasiswa KKN UNDIP Memperkenalkan Investasi Pasar Modal kepada Muda-mudi Kelurahan Tipes sebagai Upaya Antisipatif Investasi Bodong dan Judi Online




wirausahanesia.com - Kelurahan Tipes, Surakarta - Judi Online dan Investasi bodong masih menjadi masalah di kalangan masyarakat Indonesia, bahkan perputaran uang di dalamnya sangatlah besar. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menghimpun nilai transaksi keuangan mencurigakan terkait judi online mencapai Rp600 triliun pada kuartal pertama tahun 2024. Nilai tersebut setara dengan 20% APBN Indonesia. Sedangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat data total kerugian masyarakat Indonesia akibat investasi ilegal tahun 2017-2023 nilainya mencapai Rp134,674 triliun. 

Latar belakang tersebut menjadikan pengenalan investasi pasar modal menjadi salah satu upaya yang positif atas pencegahan muda-mudi Kelurahan Tipes agar terhindar dari investasi bodong dan judi online.

Pada hari Jumat tangal 9 Agustus 2024, Tio Atmaji Galib selaku mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang tergabung dalam TIM II KKN Universitas Diponegoro tahun 2024, melakukan edukasi mengenai investasi pasar modal terhadap muda-mudi di Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta.  

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya berinvestasi bagi para muda-mudi Kelurahan Tipes, dengan harapan investasi pasar modal menjadi solusi terhadap para muda-mudi untuk dapat memulai investasi dengan modal kecil pada pasar modal, serta dapat membuat Muda-mudi Kelurahan Tipes terhindar dari Investasi Bodong dan Judi Online.

Kegiatan ini mendapat respon positif dari para peserta yang mengaku tercerahkan dengan informasi yang disampaikan serta mengharapkan kegiatan bersifat berkelanjutan. 



TIM II KKN Universitas Diponegoro 2024

Penulis: Tio Atmaji Galib

Dosen Pembimbing Lapangan: Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc.

Lokasi: Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta

Editor: Achmad Munandar
Mahasiswa KKN Undip Sosialisasikan Bahaya Judi Online kepada Karang Taruna di Dusun Blimbing

Mahasiswa KKN Undip Sosialisasikan Bahaya Judi Online kepada Karang Taruna di Dusun Blimbing

 

wirausahanesia.comKaranganyar, 12 Agustus 2024 - Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, terus menggencarkan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pengetahuan masyarakat setempat. Salah satu program kerja yang diinisiasi oleh Raditya Wiryawan, anggota Tim KKN Undip, adalah sosialisasi tentang bahaya judi online dan pentingnya investasi yang tepat.

Program sosialisasi ini dilaksanakan pada Minggu, 28 Juli 2024, di Dusun Blimbing dengan target audiens utama para anggota Karang Taruna setempat. Sosialisasi ini diadakan sebagai respons terhadap tingginya kasus keterlibatan warga Dusun Blimbing dalam judi online, yang belakangan ini semakin marak. “Kami merasa perlu mengadakan penyuluhan ini karena banyak warga, terutama anak muda, yang terjebak dalam judi online. Dampaknya sangat merusak, baik dari segi ekonomi, sosial, maupun psikologis,” ujar Raditya.

Dalam sosialisasi tersebut, Raditya menjelaskan berbagai modus judi online yang sering menjebak korbannya. Ia juga memaparkan bahaya jangka panjang dari kecanduan judi online, termasuk risiko kehilangan harta benda, terjebak utang, hingga mengalami gangguan kesehatan mental. "Judi online ini seringkali tampak mudah dan menggiurkan, tapi pada akhirnya hanya akan menghancurkan pelakunya," tegas Raditya di depan 40 anggota Karang Taruna yang hadir.

Selain membahas bahaya judi online, Raditya juga memberikan edukasi mengenai pentingnya investasi yang tepat. Ia menjelaskan bahwa investasi dapat menjadi solusi finansial jangka panjang jika dilakukan dengan bijak. "Dengan memahami dan memilih instrumen investasi yang aman, kita bisa menghindari godaan judi online dan memastikan masa depan yang lebih baik," tambahnya.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari para peserta yang mengaku tercerahkan dengan informasi yang disampaikan. Ketua Karang Taruna Dusun Blimbing, Mas Otong, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. "Banyak dari kami yang sebelumnya tidak sadar akan bahaya judi online, apalagi soal pentingnya investasi. Penyuluhan ini sangat membuka wawasan kami," katanya.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian program KKN Undip di Desa Sewurejo yang akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan. Melalui program ini, mahasiswa Undip berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi angka kasus judi online dan meningkatkan literasi keuangan di kalangan pemuda Dusun Blimbing.



Editor:
Achmad Munandar