Inovasi Cerdas! Mahasiswa KKN UNDIP Ubah Limbah Kulit Durian Jadi Sumber Cuan

Inovasi Cerdas! Mahasiswa KKN UNDIP Ubah Limbah Kulit Durian Jadi Sumber Cuan

 



wirausahanesia.com - Ngemplak, 26 Januari 2025 - Limbah organik dari kulit durian sering kali menjadi permasalahan bagi masyarakat karena sulit terurai dan menimbulkan bau tidak sedap. Namun, limbah ini sebenarnya memiliki potensi ekonomi jika diolah dengan baik. Salah satu cara pemanfaatannya adalah dengan mengubah kulit durian menjadi briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Menanggapi potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2024/2025 mengadakan kegiatan edukasi dan demonstrasi kepada Kelompok Bank Sampah "Sekar Arum" di Desa Ngemplak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat limbah kulit durian serta cara mengolahnya menjadi briket yang ramah lingkungan.

Kegiatan edukasi ini berlangsung pada tanggal 26 Januari 2025 dan diikuti oleh anggota Kelompok Bank Sampah "Sekar Arum". Mahasiswa KKN memberikan pemaparan mengenai potensi ekonomi limbah kulit durian dan manfaatnya sebagai sumber energi alternatif. Selain itu, dilakukan demonstrasi pembuatan briket dari kulit durian, mulai dari proses pengeringan, pencampuran dengan bahan perekat, hingga tahap pencetakan dan pengeringan briket.





Ibu Sularmi, selaku ketua Bank Sampah "Sekar Arum", menyatakan bahwa proses pembuatan briket dari kulit durian ternyata cukup mudah dan dapat diterapkan oleh masyarakat dengan peralatan sederhana. "Pembuatan briket ini tidak serumit yang kami bayangkan sebelumnya. Dengan bahan dan alat yang mudah didapat, kami bisa mengolah limbah kulit durian menjadi produk yang bernilai ekonomis," ujarnya.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan masyarakat Desa Ngemplak semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah organik yang bernilai ekonomis. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu memanfaatkan limbah menjadi produk yang bernilai guna tinggi.



Nama: 
Yosep Octavianus

Editor:
Achmad Munandar
Mencapai Ketahanan Pangan Masyarakat Melalui Pengenalan Manajemen Pemeliharaan Ayam Petelur Fase Layer di Desa Ngemplak, Kec. Karangnongko, Kab. Klaten

Mencapai Ketahanan Pangan Masyarakat Melalui Pengenalan Manajemen Pemeliharaan Ayam Petelur Fase Layer di Desa Ngemplak, Kec. Karangnongko, Kab. Klaten




wirausahanesia.com - Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat, mahasiswa KKN dan dipandu dosen dari Fakultas Peternakan Diponegoro Semarang, yaitu Rina Muryani SPt., M.Si, Prof. Ir. Luthfi Djauhari, M.Sc, PhD., Prof. Dr. Ir. Edjeng Suprijatna, MP. dan Prof. Ir. Dwi Sunarti, MSc. PhD.

Pengenalan manajemen pemeliharaan ayam petelur di lahan terbatas, meliputi: penyediaan pullet, pakan, perkandangan, pencegahan dan penanganan penyakit,pengolahan limbah secara sederhana,serta pemanenan telur.

Penyediaan ayam petelur dapat melalui 2 cara, membeli anak ayam sejak DOC, atau ayam petelur siap bertelur (pullet).Untuk pemula, disarankan memilih ayam petelur fase pullet, yang memiliki resiko kematian yang lebih rendah. Pakan yang diberikan dapat berupa pakan komersial pabrik, atau pakan hasil menyusun sendiri. Pakan diberikan 2 kali sehari,dalam jumlah sesuai fase produksi. Perkandangan perlu memperhatikan pemilihan lokasi,bahan material kandang-atap,pencahayaan, peralatan pakan dan minumnya. 

Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan penerapan biosekuriti, pemberian vaksin dan vitamin.Selain pakan, faktor pencahayaan perlu mendapatkan perhatian lebih karena kedua faktor tersebut akan sangat berperan mengoptimalkan potensi genetisnya.Warga mendapatkan manfaat dari telur yg dihasilkan sebagai pangan sumber protein, sedangkan limbahnya berupa kotoran ayam, dapat dijadikan pupuk pertanian. Warga tampak antusias mengikuti acara tersebut.   




Kegiatan ini merupakan bagian upaya kolaboratif antara Universitas Diponegoro dan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik memelihara ayam petelur,yang akan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar
Berita Reportase KKN di Desa Ngemplak: Pembuatan Silase untuk Pemberdayaan Peternak

Berita Reportase KKN di Desa Ngemplak: Pembuatan Silase untuk Pemberdayaan Peternak

 


wirausahanesia.com - Ngemplak, 30 Januari 2025-Riki Surya Nugraha Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro telah melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Ngemplak dengan fokus pada pembuatan silase, sebuah teknik pengawetan pakan ternak yang penting untuk meningkatkan kualitas pakan di musim kemarau.

Kegiatan ini dilaksanakan 30 Januari 2025 dan bertujuan untuk membantu para peternak meningkatkan produktivitas ternak mereka, terutama sapi dan kambing. Pembuatan silase dianggap sebagai solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan pakan hijauan yang sering terjadi selama musim kemarau.

“Silase dapat diperoleh dari berbagai jenis tanaman, seperti jagung, rumput, dan kedelai. Dengan teknik ini, kami berharap pakan ternak dapat tersedia sepanjang tahun,” ujar Riki Mahasiswa KKN.

Mahasiswa KKN mengadakan sosialisasi mengenai manfaat silase dan cara pembuatannya kepada warga desa. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peternak setempat, yang tampak antusias mendengarkan penjelasan dan belajar tentang prosesnya.

Setelah sosialisasi, mahasiswa KKN bersama peternak mulai mengumpulkan bahan baku, seperti daun jagung, batang jagung, dan rumput. Proses pembuatan silase meliputi pemotongan bahan, pencampuran dengan molase, dan pengemasan dalam wadah tertutup untuk fermentasi. Mahasiswa juga memberikan pelatihan mengenai pengelolaan silase untuk memastikan bahwa pakan tetap berkualitas.

Bapak Surono,  salah satu peternak di desa, mengungkapkan harapannya, “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Jika silase ini berhasil, biaya pakan ternak bisa berkurang dan kesehatan ternak kami bisa lebih terjaga.”

Setelah proses pembuatan, silase pertama siap untuk difasilitasi kepada peternak. Selain itu, mahasiswa juga memonitor perkembangan penggunaan silase selama sebulan ke depan untuk mengevaluasi dampaknya terhadap produktivitas ternak.

Kegiatan pembuatan silase bukan hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memperkuat kerjasama antara mahasiswa, peternak, dan pemerintah desa. Produk silase diharapkan dapat menjadi modal bagi peternak untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui peningkatan kualitas dan kuantitas hewan ternak yang sehat.

Program ini mendapatkan respon positif dari masyarakat desa Ngemplak, yang menunjukkan bahwa upaya kolaboratif ini dapat memberikan solusi nyata bagi masalah yang dihadapi oleh peternak. Dengan adanya inovasi semacam ini, diharapkan Desa Ngemplak dapat menjadi daerah yang lebih mandiri dalam penyediaan pakan ternak, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian laporan mengenai kegiatan KKN di Desa Ngemplak. Semoga upaya ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan inovasi yang serupa demi kemajuan bersama.


Editor:
Achmad Munandar
Berita Reportase KKN di Desa Ngemplak: Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Cucian Beras

Berita Reportase KKN di Desa Ngemplak: Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Cucian Beras

 


wirausahanesia.com - Ngemplak,  26 Januari 2025 - Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung  Riki Surya Nugraha mahasiswa dari Universitas Diponegoro berkolaborasi dengan warga Desa Ngemplak, Kecamatan Karangnongko, Klaten untuk memperkenalkan teknik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari cucian beras. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pemanfaatan bahan alami dan ramah lingkungan dalam pertanian.

Hari pertama kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai manfaat POC bagi tanaman. "POC dari cucian beras mengandung nutrisi yang baik untuk tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium," ungkap Riki, Mahasiswa KKN. Dengan menggunakan POC ini, diharapkan hasil pertanian warga dapat meningkat secara signifikan.

Warga desa sangat antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Mereka belajar bahwa cucian beras yang biasanya dibuang bisa dimanfaatkan menjadi pupuk berkualitas. Setelah pemaparan, mahasiswa KKN membagikan panduan langkah demi langkah dalam pembuatan POC.

Setelah itu, mahasiswa bersama warga mengumpulkan cucian beras dari rumah-rumah penduduk. Cucian beras yang diperoleh kemudian dikumpulkan dalam wadah besar dan dicampur dengan  Em 4 dan molase dengan perbandingan tertentu. Proses fermentasi dilakukan selama kurang lebih 7 hingga 14 hari, di mana warga diajarkan untuk mengamati perubahan warna dan aroma yang menandakan pupuk siap pakai.

Kegiatan ini juga diwarnai dengan pelatihan pemanfaatan POC pada tanaman. Mahasiswa KKN mendemonstrasikan cara aplikasi POC secara efektif untuk berbagai jenis tanaman, seperti sayuran dan tanaman buah.

Tak hanya itu, program pembuatan POC ini juga diharapkan dapat mengurangi limbah domestik di desa. Warga diajarkan untuk mengelola limbah rumah tangga dengan bijak dan membawa kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan.

Sebagai penutup acara, mahasiswa KKN mengadakan sesi tanya jawab di mana warga dapat bertanya langsung mengenai teknik pembuatan dan manfaat POC. Suasana penuh keakraban terlihat saat warga saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan pelatihan lanjutan dan pendampingan dalam penggunaan POC agar masyarakat dapat mandiri dalam pengelolaan pertanian mereka. 

Dengan adanya kegiatan ini, Desa Ngemplak semakin berprospek dalam menerapkan pertanian organik yang ramah lingkungan, serta mendorong masyarakat untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.

Demikian laporan mengenai kegiatan KKN di Desa Ngemplak. Semoga program ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.



Editor:
Achmad Munandar
Berita Reportase KKN di Desa Ngemplak: Pembuatan Mineral Blok untuk Kemandirian Masyarakat

Berita Reportase KKN di Desa Ngemplak: Pembuatan Mineral Blok untuk Kemandirian Masyarakat

 


wirausahanesia.com - Ngemplak, 30 Januari 2025 - Dalam rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh Riki Surya Nugraha mahasiswa dari Universitas Undip Prodi Peternakan, desa Ngemplak, Kecamatan Karangnongko, Klaten menjadi salah satu lokasi pengabdian komunitas yang menarik perhatian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, khususnya melalui pembuatan mineral blok.

Kegiatan pembuatan mineral blok dimulai pada tanggal 30 Januari 2025, yang melibatkan mahasiswa KKN dan warga desa. Mineral blok ini berfungsi sebagai suplemen mineral yang bermanfaat bagi hewan ternak, khususnya sapi dan kambing. Dengan adanya suplemen mineral ini, diharapkan kualitas ternak dapat meningkat, sehingga berdampak positif pada pendapatan ekonomi peternak di desa.

Menurut Koordinator KKN, Yosep, “Kami ingin membantu masyarakat untuk mengoptimalkan potensi yang ada, salah satunya dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk pembuatan mineral blok. Ini merupakan langkah awal menuju kemandirian sumber pakan ternak.”

Proses pembuatan mineral blok dimulai dengan pengumpulan bahan baku, seperti garam, dedak, dan berbagai mineral yang dapat diakses di sekitar desa. Warga desa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pencampuran bahan hingga pencetakan blok. Kegiatan ini juga diiringi dengan pelatihan mengenai cara pembuatan yang benar untuk memastikan kualitas mineral blok yang dihasilkan.

Salah satu warga desa, Bapak Surono  mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya program tersebut. “Saya berharap dengan adanya mineral blok ini, hewan ternak kami bisa lebih sehat dan produktif. Ini sangat membantu kami sebagai peternak kecil.”

Setelah proses pembuatan selesai, produk mineral blok pertama telah berhasil diproduksi dan siap untuk digunakan oleh peternak. Rencananya, hasil produksi ini akan dicoba oleh beberapa peternak sebagai uji coba selama sebulan ke depan. Jika hasilnya positif, program ini akan dilanjutkan dan dikembangkan lebih lanjut.

Dengan adanya program ini, diharapkan desa Ngemplak dapat menjadi contoh dalam pemanfaatan sumber daya lokal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan kemandirian ekonomi yang lebih baik. Tim KKN menargetkan untuk tetap berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, mengembangkan ide-ide inovatif lainnya yang dapat membawa perubahan positif. 

Demikianlah laporan mengenai kegiatan KKN di Desa Ngemplak. Semoga usaha ini dapat memberikan inspirasi bagi desa-desa lain dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar
Pemberdayaan Kelompok Peternak Ayam Petelur Desa Ngemplak Terkait Pemeliharaan Dan Pengelolaan Ayam Petelur

Pemberdayaan Kelompok Peternak Ayam Petelur Desa Ngemplak Terkait Pemeliharaan Dan Pengelolaan Ayam Petelur



wirausahanesia.com - Mahasiswa Peternakan UNDIP melakukan kegiatan pemberdayaan mengenai pemeliharaan dan  pengelolaan ayam petelur di Desa Ngemplak, Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten dengan sasaran utama kelompok peternak ayam petelur. Pemerintah Desa Ngemplak memberikan bantuan berupa 20 ekor ayam petelur kepada tiap RT yaitu sebanyak 19 RT untuk program ketahanan pangan. Program ketahanan pangan ini mulai dilaksanakan pada akhir bulan November 2024. Setiap RT diberikan 20 ekor ayam petelur siap bertelur beserta kandangnya. 

Pemilihan program ketahanan pangan dengan pemberian 20 ayam petelur tiap RT memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Ngemplak. Akan tetapi, untuk mencapai hasil yang optimal, peternak membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam pemeliharaan dan pengelolaan ayam petelur. Oleh karena itu, pemberdayaan kelompok peternak ayam petelur menjadi kunci penting untuk mencapai keberhasilan dalam usaha ini.




Beberapa komponen penting dalam memelihara ayam petelur adalah pemilihan bibit ayam yang baik, manajamen pakan ( kualitas dan pemberian pakan), manajemen kesehatan ( vaksinasi dan biosecurity) serta manajemen kandang ( tata letak dan bentuk kandang). Pemberdayaan kelompok peternak ayam petelur di Desa Ngemplak merupakan investasi penting untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan peternak. Dengan pengetahuan, keterampilan, dan dukungan yang memadai, peternak ayam petelur dapat mencapai keberhasilan dalam usaha mereka dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat Desa Ngemplak.



Penulis: 
Dinda Putri Rosantri 
Mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP 2024/2025

Editor:
Achmad Munandar
Pemberdayaan Kelompok Peternak Ayam Petelur Desa Ngemplak Mengenai Kandungan Pakan Yang Kaya Omega-3

Pemberdayaan Kelompok Peternak Ayam Petelur Desa Ngemplak Mengenai Kandungan Pakan Yang Kaya Omega-3



wirausahanesia.com - Pemerintah Desa Ngemplak, Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten mengadakan program ketahanan pangan dengan memberikan 20 ekor ayam petelur di tiap RT. Program ini dilaksanakan untuk mengurangi kemiskinan di desa Ngemplak. Tiap RT diberikan 20 ekor ayam siap bertelur berserta pakan dan kandangnya. Pak Marsudi selaku kepala desa Ngemplak berencana untuk membuat telur omega 3 agar pendapatan tiap RT meningkat.

Pemberdayaan para peternak ayam petelur di desa Ngemplak mengenai pakan kaya omega 3 sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan terkait bahan pakan apa saja yang mengandung omega 3.Telur omega-3 dihasilkan dari ayam yang diberi pakan kaya akan omega-3, seperti biji rami, alga, maggot atau minyak ikan. Kandungan ini kemudian diserap ke dalam tubuh ayam dan terkonsentrasi di dalam telurnya.Telur omega 3 memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain mencegah penyakit jantung dan stroke, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan kolesterol. 


Pemberdayaan kelompok peternak ayam petelur mengenai kandungan pakan yang kaya omega-3 merupakan upaya yang penting untuk meningkatkan kualitas telur, kesehatan masyarakat dan pendapatan. Dengan memberikan pakan yang kaya omega-3 pada ayam petelur, peternak dapat menghasilkan telur yang lebih berkualitas dan lebih bermanfaat bagi kesehatan konsumen.



Penulis: 
Dinda Putri Rosantri 
Mahasiswa KKN  TIM 1 UNDIP 2024/2025

Editor:
Achmad Munandar
Pengenalan Bahan Pakan Untuk Ayam Petelur Di Desa Ngemplak Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten Jawa Tengah

Pengenalan Bahan Pakan Untuk Ayam Petelur Di Desa Ngemplak Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten Jawa Tengah




wirausahanesia.comLaboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan Departemen Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang melakukan pendampingan kader ibu PKK di Desa Ngemplak Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten Jawa Tengah dalam upaya meningkatkan produksi telur pada ayam petelur melalui pengenalan bahan pakan untuk menghasilkan telur omega 3 dan 6.

Bapak Lurah Ngemplak Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten Jawa Tengah Marsudi mengemukakan bahwa Desa Ngemplak sedang kami galakan program ketahanan pangan untuk mengurangi kemiskinan. Program yang sudah berjalan mulai menanam sayuran dan tanaman herbal. Kesempatan ini Desa diberikan ternak berupa ayam petelur untuk melengkapi dari segi produk hewani. Masyarakat khususnya ibu-ibu tiap RT untuk mengelola ayam tersebut untuk dikonsumsi dan dijual untuk pemberdayaan masing-masing RT. Total 19 RT dengan bantuan masing-masing 20 ekor dapat meningkatkan pola kesadaran masyarakat untuk belajar beternak dan mengelola sumber daya. Programayam petelur ini bisa menghasilkan telur kaya omega. Karena telur omega jauh lebih memiliki kandungan tinggi dibandingkan telur konsumsi biasa. Maka dari itu pendampingan ini perlu dilakukan untuk memberikan pengetahuan bagi ibu-ibu.

Materi yang disampaikan Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si., mengenai telur omega 3 dan 6 memiliki peran penting bagi kesehatan. Telur omega 3 memiliki kandungan 100-200 mg/butir, omega 6 sebesar 500-700 g/butir dibandingkan telur biasa 10-50 g/butir. Peran telur omega untuk anak-anak bisa mencegah stunting., untuk ibu hamil membantu perkembangan janin, mengurangi kadar kolesterol, mencegah penyakit jantung, kesehatan mental pada anak, kesehatan mata dan imunitas tubuh. Telur omega dapat modifikasi melalui pakan, beberapa bahan tambahan untuk menghasilkan telur omega meliputi minyak ikan, minyak kedelai, minyak kelapa, tanaman air, biji-bijian kaya minyak esensial, cacing tanah dan maggot. Produk bahan tambahan ini dapat digunakan untuk meningkatkan omega dalam telur.  





Desa Ngemplak memiliki potensi lahan pertanian khususnya  padi dan jagung. Ketika kondisi hujan para petani menanam padi dan jagung, sehingga by product kedua tanaman dapat digunakan sebagai bahan pakan untuk ayam petelur. Sumber pertanian yang mendukung dan kesadaran masyarakat dapat memotivasi seluruh masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Kegiatan yang dilakukan oleh Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan Departemen FPP UNDIP dilaksanakan dalam rangkaian percepatan tujuan  pembangunan nasional berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s). Dengan demikian kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mengakhiri kemiskinan yang masih ada di masyarakat.

Tim Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan meliputi Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si., Dr. Ir. Mulyono, M.Si., Prof. Ir. Vitus Dwi Yunianto B. I., M.S., M.Sc., Ph.D., IPU., Dr. Istna Mangisah, S.Pt., M.P. dan Prof. Ir. Nyoman Suthama, M.Sc., Ph.D..



Editor:
Achmad Munandar
Mau Bikin Kemasan Unik Agar Kesan Pertama Mengesankan? Packlagi Solusinya

Mau Bikin Kemasan Unik Agar Kesan Pertama Mengesankan? Packlagi Solusinya

Source: Packlagi


wirausahanesia.com - Pasca pandemi Covid-19, dunia bisnis mengalami perubahan yang signifikan. Seiring dengan membaiknya perekonomian dan meningkatnya daya beli masyarakat, banyak brand baru bermunculan dengan produk-produk andalan yang siap bersaing di pasar. Di Indonesia, tercatat lebih dari seratus brand yang memperkenalkan produk terbaru mereka. Namun, peluncuran produk baru ini bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan di pasar. Sebagai respons terhadap perubahan perilaku konsumen yang kini lebih terhubung dengan dunia digital, perusahaan harus beradaptasi dengan tren pemasaran yang lebih modern.

Di era digital seperti sekarang, strategi pemasaran tradisional tidak lagi cukup. Hampir segala hal kini dilakukan secara online, dari pemasaran hingga transaksi jual beli. Dalam konteks ini, brand-brand mulai beralih menggunakan media sosial sebagai kanal utama untuk memperkenalkan produk mereka. Salah satu metode pemasaran yang populer adalah kolaborasi dengan para KOL (Key Opinion Leader) atau selebgram (selebritas Instagram), yang berperan penting dalam meningkatkan visibilitas produk di mata konsumen.

Namun, meskipun media sosial memberikan ruang yang luas untuk promosi, ada satu aspek penting yang seringkali terlupakan: bagaimana cara produk tersebut tampil di mata konsumen? Video, gambar, dan iklan digital memang penting, tetapi ada satu elemen yang menjadi penghubung langsung antara brand dan konsumen, yaitu kemasan produk. Kemasan bukan hanya sekedar pelindung produk, tetapi juga merupakan alat promosi visual yang sangat berpengaruh dalam kesan pertama konsumen.


Sebab Packaging Custom Menjadi Kunci dalam Membangun Brand

Kemasan produk memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan produk di pasar. Bukan hanya berfungsi sebagai pembungkus, kemasan yang menarik dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli. Dalam dunia pemasaran modern, packaging custom yang kreatif dan unik menjadi salah satu alat promosi yang tak kalah pentingnya. Dengan desain kemasan yang tepat, sebuah brand bisa menciptakan pengalaman yang lebih mendalam bagi konsumen.

Setiap brand ingin agar produknya dikenali dengan mudah, bahkan dari jauh. Kemasan yang menonjol dan berbeda dari yang lain akan membuat produk lebih mudah diingat dan dicari kembali. Di pasar yang semakin kompetitif ini, hanya dengan desain kemasan yang inovatif, sebuah brand bisa menarik perhatian konsumen dalam sekejap.

Selain itu, packaging custom memungkinkan brand untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai mereka dengan lebih jelas. Misalnya, bagi brand yang berfokus pada keberlanjutan, kemasan yang ramah lingkungan dapat menjadi nilai jual yang kuat. Di sisi lain, brand premium dapat menggunakan material dan desain yang menciptakan kesan mewah untuk memperkuat citra eksklusif produk mereka.

Dengan adanya kemajuan teknologi percetakan dan desain grafis, kini hampir semua brand dapat membuat kemasan yang sesuai dengan visi mereka. Kemasan bukan lagi hanya soal perlindungan produk, tetapi juga tentang menyampaikan cerita yang menarik. Setiap elemen desain, mulai dari warna, logo, tipografi, hingga material kemasan, dapat memberikan kesan yang mendalam dan menciptakan koneksi emosional dengan konsumen.


Source: Packlagi


5 Tren Inovasi Packaging yang Mempengaruhi Industri

Beberapa tren inovasi di dunia packaging custom yang patut diperhatikan, antara lain:

1. Kemasan Ramah Lingkungan
Isu keberlanjutan kini semakin menjadi perhatian utama, baik bagi brand maupun konsumen. Kemasan berbahan dasar plastik yang sulit terurai telah banyak digantikan dengan bahan-bahan ramah lingkungan, seperti kertas daur ulang, bahan biodegradable, atau material berbasis tanaman. Mengadopsi kemasan ramah lingkungan tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap planet, tetapi juga menciptakan citra positif di mata konsumen yang semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.


2. Desain Interaktif dan Fungsional
Packaging kini semakin berfokus pada pengalaman pengguna. Beberapa brand berinovasi dengan kemasan yang dapat diubah menjadi sesuatu yang lebih berguna, seperti kemasan yang bisa diubah menjadi tempat penyimpanan, mainan, atau bahkan barang-barang fungsional lainnya. Ini memberikan nilai lebih kepada konsumen dan meningkatkan rasa cinta terhadap brand.


3. Kemasan Personal dan Kustomisasi
Salah satu tren terbaru adalah memberikan konsumen pilihan untuk mempersonalisasi kemasan produk. Ini bisa berupa nama, desain khusus, atau bahkan pesan tertentu pada kemasan. Kemasan seperti ini memberikan kesan eksklusif dan unik, serta memperkuat hubungan emosional dengan konsumen.


4. Kemasan dengan Teknologi Pintar
Dengan perkembangan teknologi, beberapa brand mulai mengintegrasikan teknologi pintar ke dalam kemasan produk. Sebagai contoh, kemasan dengan QR code atau NFC (Near Field Communication) yang dapat mengarahkan konsumen ke konten digital tambahan, seperti video promosi, informasi produk, atau pengalaman augmented reality (AR). Teknologi semacam ini dapat menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dan menyenangkan bagi konsumen.


5. Kemasan Minimalis dan Elegan
Di sisi lain, tren minimalisme juga semakin populer, terutama di kalangan brand-brand mewah. Kemasan yang sederhana namun elegan, dengan menggunakan warna netral, tipografi modern, dan sedikit elemen desain, mampu menciptakan kesan eksklusif dan premium pada produk.


Mengapa Memilih Packlagi untuk Packaging Custom?

Dengan pengalaman bertahun-tahun dan rekam jejak yang solid dalam menangani berbagai macam brand, Packlagi telah menjadi pilihan terpercaya bagi banyak perusahaan untuk membuat packaging mereka. Dari yang kecil hingga yang besar, di berbagai sektor industri. Kami memahami bahwa setiap brand memiliki kebutuhan dan karakteristik yang berbeda, oleh karena itu kami menawarkan solusi kemasan yang customizable, sesuai dengan visi dan misi brand Anda.

Dengan tim yang berpengalaman, Packlagi akan menjadi teman konsultasi yang memberikan saran terbaik agar packaging yang Anda inginkan bisa terwujud dengan hasil yang paling terbaik. Tak hanya itu, dengan bahan baku yang premium dan teknologi mesin yang canggih, kami dapat memastikan bahwa setiap produk packaging yang kami buat memiliki kualitas tinggi dan dapat memberikan perlindungan maksimal bagi produk Anda.

Peluang Bisnis Terompet dan Topi Tahun Baru, Untungnya Seru

Peluang Bisnis Terompet dan Topi Tahun Baru, Untungnya Seru



wirausahanesia.com - Jelang pergantian tahun dari 2024 ke 2025 geliat ekonomi di masyarakat mulai terasa. Di pusat keramaian warga dan pasar tradisional mulai bermunculan pedagang terompet dan topi hias yang identik dengan perayaan tahun baru.

Khusus mainan terompet, saat pandemi corona dahulu sempat dilarang oleh pemerintah karena dikhawatirnya bisa jadi media penyebaran virus corona. Kini pandemi telah berlalu jualan terompet mulai marak kembali.

Dari tahun ke tahun kreatifitas dan ide dari para pengrajin mainan tahunan inipun berkembang, dahulu terompet hanya terbuat dari kertas dengan peluit sederhana berbentuk kerucut, kini bisa kita jumpai aneka bentuk terompet dari yang bentuk ular naga hingga berhias lampu kelap-kelip.

Bahan yang digunakan juga berkembang, jika dahulu berbahan dasar kertas yang mudah rusak, kini sudah diganti dengan bahan mika., Untuk terompetnya terbuat dari bahan plastik sehingga lebih awet apalagi untuk mainan anak-anak.

Harga di pasaran beragam, berdasar survei yang kami lakukan sebuah terompet berbahan mika dibanderol mulai harga Rp4.000 hingga Rp9.000 untuk yang ada tambahan lampu hias harganya Rp15.000 harga ini bisa saja naik saat menjelang tahun baru apalagi pas malam pergantian tahun.

Bagi sobat yang lagi memikirkan ide dan peluang usaha, terompet dan topi tahun baru bisa jadi pilihan yang jitu. Mengingat besarnya peluang pasar dan hype di masyarakat dalam merayakan tahun yang baru.

Untuk mensiasati momen yang datangnya cuma setahun sekali, sobat bisa tetap produksi terompet dan topi untuk kebutuhan perayaan ulang tahun yang bisa saja pembeli datang tidak harus menunggu tahun baru.

Oke demikian tadi postingan kita kali ini tentang Peluang Bisnis Terompet dan Topi Tahun Baru, Untungnya Seru, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis:
Achmad Munandar