Inovasi Cerdas! Mahasiswa KKN UNDIP Ubah Limbah Kulit Durian Jadi Sumber Cuan

Inovasi Cerdas! Mahasiswa KKN UNDIP Ubah Limbah Kulit Durian Jadi Sumber Cuan

 



wirausahanesia.com - Ngemplak, 26 Januari 2025 - Limbah organik dari kulit durian sering kali menjadi permasalahan bagi masyarakat karena sulit terurai dan menimbulkan bau tidak sedap. Namun, limbah ini sebenarnya memiliki potensi ekonomi jika diolah dengan baik. Salah satu cara pemanfaatannya adalah dengan mengubah kulit durian menjadi briket yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Menanggapi potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun 2024/2025 mengadakan kegiatan edukasi dan demonstrasi kepada Kelompok Bank Sampah "Sekar Arum" di Desa Ngemplak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat limbah kulit durian serta cara mengolahnya menjadi briket yang ramah lingkungan.

Kegiatan edukasi ini berlangsung pada tanggal 26 Januari 2025 dan diikuti oleh anggota Kelompok Bank Sampah "Sekar Arum". Mahasiswa KKN memberikan pemaparan mengenai potensi ekonomi limbah kulit durian dan manfaatnya sebagai sumber energi alternatif. Selain itu, dilakukan demonstrasi pembuatan briket dari kulit durian, mulai dari proses pengeringan, pencampuran dengan bahan perekat, hingga tahap pencetakan dan pengeringan briket.





Ibu Sularmi, selaku ketua Bank Sampah "Sekar Arum", menyatakan bahwa proses pembuatan briket dari kulit durian ternyata cukup mudah dan dapat diterapkan oleh masyarakat dengan peralatan sederhana. "Pembuatan briket ini tidak serumit yang kami bayangkan sebelumnya. Dengan bahan dan alat yang mudah didapat, kami bisa mengolah limbah kulit durian menjadi produk yang bernilai ekonomis," ujarnya.

Dengan adanya edukasi ini, diharapkan masyarakat Desa Ngemplak semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah organik yang bernilai ekonomis. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu memanfaatkan limbah menjadi produk yang bernilai guna tinggi.



Nama: 
Yosep Octavianus

Editor:
Achmad Munandar
Mencapai Ketahanan Pangan Masyarakat Melalui Pengenalan Manajemen Pemeliharaan Ayam Petelur Fase Layer di Desa Ngemplak, Kec. Karangnongko, Kab. Klaten

Mencapai Ketahanan Pangan Masyarakat Melalui Pengenalan Manajemen Pemeliharaan Ayam Petelur Fase Layer di Desa Ngemplak, Kec. Karangnongko, Kab. Klaten




wirausahanesia.com - Kegiatan ini dihadiri oleh warga setempat, mahasiswa KKN dan dipandu dosen dari Fakultas Peternakan Diponegoro Semarang, yaitu Rina Muryani SPt., M.Si, Prof. Ir. Luthfi Djauhari, M.Sc, PhD., Prof. Dr. Ir. Edjeng Suprijatna, MP. dan Prof. Ir. Dwi Sunarti, MSc. PhD.

Pengenalan manajemen pemeliharaan ayam petelur di lahan terbatas, meliputi: penyediaan pullet, pakan, perkandangan, pencegahan dan penanganan penyakit,pengolahan limbah secara sederhana,serta pemanenan telur.

Penyediaan ayam petelur dapat melalui 2 cara, membeli anak ayam sejak DOC, atau ayam petelur siap bertelur (pullet).Untuk pemula, disarankan memilih ayam petelur fase pullet, yang memiliki resiko kematian yang lebih rendah. Pakan yang diberikan dapat berupa pakan komersial pabrik, atau pakan hasil menyusun sendiri. Pakan diberikan 2 kali sehari,dalam jumlah sesuai fase produksi. Perkandangan perlu memperhatikan pemilihan lokasi,bahan material kandang-atap,pencahayaan, peralatan pakan dan minumnya. 

Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan penerapan biosekuriti, pemberian vaksin dan vitamin.Selain pakan, faktor pencahayaan perlu mendapatkan perhatian lebih karena kedua faktor tersebut akan sangat berperan mengoptimalkan potensi genetisnya.Warga mendapatkan manfaat dari telur yg dihasilkan sebagai pangan sumber protein, sedangkan limbahnya berupa kotoran ayam, dapat dijadikan pupuk pertanian. Warga tampak antusias mengikuti acara tersebut.   




Kegiatan ini merupakan bagian upaya kolaboratif antara Universitas Diponegoro dan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan dan praktik memelihara ayam petelur,yang akan meningkatkan ketahanan pangan masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar
Berita Reportase KKN di Desa Ngemplak: Pembuatan Silase untuk Pemberdayaan Peternak

Berita Reportase KKN di Desa Ngemplak: Pembuatan Silase untuk Pemberdayaan Peternak

 


wirausahanesia.com - Ngemplak, 30 Januari 2025-Riki Surya Nugraha Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro telah melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Desa Ngemplak dengan fokus pada pembuatan silase, sebuah teknik pengawetan pakan ternak yang penting untuk meningkatkan kualitas pakan di musim kemarau.

Kegiatan ini dilaksanakan 30 Januari 2025 dan bertujuan untuk membantu para peternak meningkatkan produktivitas ternak mereka, terutama sapi dan kambing. Pembuatan silase dianggap sebagai solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan pakan hijauan yang sering terjadi selama musim kemarau.

“Silase dapat diperoleh dari berbagai jenis tanaman, seperti jagung, rumput, dan kedelai. Dengan teknik ini, kami berharap pakan ternak dapat tersedia sepanjang tahun,” ujar Riki Mahasiswa KKN.

Mahasiswa KKN mengadakan sosialisasi mengenai manfaat silase dan cara pembuatannya kepada warga desa. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan peternak setempat, yang tampak antusias mendengarkan penjelasan dan belajar tentang prosesnya.

Setelah sosialisasi, mahasiswa KKN bersama peternak mulai mengumpulkan bahan baku, seperti daun jagung, batang jagung, dan rumput. Proses pembuatan silase meliputi pemotongan bahan, pencampuran dengan molase, dan pengemasan dalam wadah tertutup untuk fermentasi. Mahasiswa juga memberikan pelatihan mengenai pengelolaan silase untuk memastikan bahwa pakan tetap berkualitas.

Bapak Surono,  salah satu peternak di desa, mengungkapkan harapannya, “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Jika silase ini berhasil, biaya pakan ternak bisa berkurang dan kesehatan ternak kami bisa lebih terjaga.”

Setelah proses pembuatan, silase pertama siap untuk difasilitasi kepada peternak. Selain itu, mahasiswa juga memonitor perkembangan penggunaan silase selama sebulan ke depan untuk mengevaluasi dampaknya terhadap produktivitas ternak.

Kegiatan pembuatan silase bukan hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga memperkuat kerjasama antara mahasiswa, peternak, dan pemerintah desa. Produk silase diharapkan dapat menjadi modal bagi peternak untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui peningkatan kualitas dan kuantitas hewan ternak yang sehat.

Program ini mendapatkan respon positif dari masyarakat desa Ngemplak, yang menunjukkan bahwa upaya kolaboratif ini dapat memberikan solusi nyata bagi masalah yang dihadapi oleh peternak. Dengan adanya inovasi semacam ini, diharapkan Desa Ngemplak dapat menjadi daerah yang lebih mandiri dalam penyediaan pakan ternak, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian laporan mengenai kegiatan KKN di Desa Ngemplak. Semoga upaya ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi desa-desa lain untuk melakukan inovasi yang serupa demi kemajuan bersama.


Editor:
Achmad Munandar
Berita Reportase KKN di Desa Ngemplak: Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Cucian Beras

Berita Reportase KKN di Desa Ngemplak: Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Cucian Beras

 


wirausahanesia.com - Ngemplak,  26 Januari 2025 - Dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berlangsung  Riki Surya Nugraha mahasiswa dari Universitas Diponegoro berkolaborasi dengan warga Desa Ngemplak, Kecamatan Karangnongko, Klaten untuk memperkenalkan teknik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari cucian beras. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pemanfaatan bahan alami dan ramah lingkungan dalam pertanian.

Hari pertama kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai manfaat POC bagi tanaman. "POC dari cucian beras mengandung nutrisi yang baik untuk tanaman, seperti nitrogen, fosfor, dan kalium," ungkap Riki, Mahasiswa KKN. Dengan menggunakan POC ini, diharapkan hasil pertanian warga dapat meningkat secara signifikan.

Warga desa sangat antusias mengikuti sosialisasi tersebut. Mereka belajar bahwa cucian beras yang biasanya dibuang bisa dimanfaatkan menjadi pupuk berkualitas. Setelah pemaparan, mahasiswa KKN membagikan panduan langkah demi langkah dalam pembuatan POC.

Setelah itu, mahasiswa bersama warga mengumpulkan cucian beras dari rumah-rumah penduduk. Cucian beras yang diperoleh kemudian dikumpulkan dalam wadah besar dan dicampur dengan  Em 4 dan molase dengan perbandingan tertentu. Proses fermentasi dilakukan selama kurang lebih 7 hingga 14 hari, di mana warga diajarkan untuk mengamati perubahan warna dan aroma yang menandakan pupuk siap pakai.

Kegiatan ini juga diwarnai dengan pelatihan pemanfaatan POC pada tanaman. Mahasiswa KKN mendemonstrasikan cara aplikasi POC secara efektif untuk berbagai jenis tanaman, seperti sayuran dan tanaman buah.

Tak hanya itu, program pembuatan POC ini juga diharapkan dapat mengurangi limbah domestik di desa. Warga diajarkan untuk mengelola limbah rumah tangga dengan bijak dan membawa kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan.

Sebagai penutup acara, mahasiswa KKN mengadakan sesi tanya jawab di mana warga dapat bertanya langsung mengenai teknik pembuatan dan manfaat POC. Suasana penuh keakraban terlihat saat warga saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Mahasiswa KKN berharap kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan pelatihan lanjutan dan pendampingan dalam penggunaan POC agar masyarakat dapat mandiri dalam pengelolaan pertanian mereka. 

Dengan adanya kegiatan ini, Desa Ngemplak semakin berprospek dalam menerapkan pertanian organik yang ramah lingkungan, serta mendorong masyarakat untuk lebih inovatif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.

Demikian laporan mengenai kegiatan KKN di Desa Ngemplak. Semoga program ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat.



Editor:
Achmad Munandar
Berita Reportase KKN di Desa Ngemplak: Pembuatan Mineral Blok untuk Kemandirian Masyarakat

Berita Reportase KKN di Desa Ngemplak: Pembuatan Mineral Blok untuk Kemandirian Masyarakat

 


wirausahanesia.com - Ngemplak, 30 Januari 2025 - Dalam rangkaian program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh Riki Surya Nugraha mahasiswa dari Universitas Undip Prodi Peternakan, desa Ngemplak, Kecamatan Karangnongko, Klaten menjadi salah satu lokasi pengabdian komunitas yang menarik perhatian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, khususnya melalui pembuatan mineral blok.

Kegiatan pembuatan mineral blok dimulai pada tanggal 30 Januari 2025, yang melibatkan mahasiswa KKN dan warga desa. Mineral blok ini berfungsi sebagai suplemen mineral yang bermanfaat bagi hewan ternak, khususnya sapi dan kambing. Dengan adanya suplemen mineral ini, diharapkan kualitas ternak dapat meningkat, sehingga berdampak positif pada pendapatan ekonomi peternak di desa.

Menurut Koordinator KKN, Yosep, “Kami ingin membantu masyarakat untuk mengoptimalkan potensi yang ada, salah satunya dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk pembuatan mineral blok. Ini merupakan langkah awal menuju kemandirian sumber pakan ternak.”

Proses pembuatan mineral blok dimulai dengan pengumpulan bahan baku, seperti garam, dedak, dan berbagai mineral yang dapat diakses di sekitar desa. Warga desa tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pencampuran bahan hingga pencetakan blok. Kegiatan ini juga diiringi dengan pelatihan mengenai cara pembuatan yang benar untuk memastikan kualitas mineral blok yang dihasilkan.

Salah satu warga desa, Bapak Surono  mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya program tersebut. “Saya berharap dengan adanya mineral blok ini, hewan ternak kami bisa lebih sehat dan produktif. Ini sangat membantu kami sebagai peternak kecil.”

Setelah proses pembuatan selesai, produk mineral blok pertama telah berhasil diproduksi dan siap untuk digunakan oleh peternak. Rencananya, hasil produksi ini akan dicoba oleh beberapa peternak sebagai uji coba selama sebulan ke depan. Jika hasilnya positif, program ini akan dilanjutkan dan dikembangkan lebih lanjut.

Dengan adanya program ini, diharapkan desa Ngemplak dapat menjadi contoh dalam pemanfaatan sumber daya lokal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan kemandirian ekonomi yang lebih baik. Tim KKN menargetkan untuk tetap berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, mengembangkan ide-ide inovatif lainnya yang dapat membawa perubahan positif. 

Demikianlah laporan mengenai kegiatan KKN di Desa Ngemplak. Semoga usaha ini dapat memberikan inspirasi bagi desa-desa lain dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar
Pemberdayaan Kelompok Peternak Ayam Petelur Desa Ngemplak Terkait Pemeliharaan Dan Pengelolaan Ayam Petelur

Pemberdayaan Kelompok Peternak Ayam Petelur Desa Ngemplak Terkait Pemeliharaan Dan Pengelolaan Ayam Petelur



wirausahanesia.com - Mahasiswa Peternakan UNDIP melakukan kegiatan pemberdayaan mengenai pemeliharaan dan  pengelolaan ayam petelur di Desa Ngemplak, Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten dengan sasaran utama kelompok peternak ayam petelur. Pemerintah Desa Ngemplak memberikan bantuan berupa 20 ekor ayam petelur kepada tiap RT yaitu sebanyak 19 RT untuk program ketahanan pangan. Program ketahanan pangan ini mulai dilaksanakan pada akhir bulan November 2024. Setiap RT diberikan 20 ekor ayam petelur siap bertelur beserta kandangnya. 

Pemilihan program ketahanan pangan dengan pemberian 20 ayam petelur tiap RT memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Ngemplak. Akan tetapi, untuk mencapai hasil yang optimal, peternak membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam pemeliharaan dan pengelolaan ayam petelur. Oleh karena itu, pemberdayaan kelompok peternak ayam petelur menjadi kunci penting untuk mencapai keberhasilan dalam usaha ini.




Beberapa komponen penting dalam memelihara ayam petelur adalah pemilihan bibit ayam yang baik, manajamen pakan ( kualitas dan pemberian pakan), manajemen kesehatan ( vaksinasi dan biosecurity) serta manajemen kandang ( tata letak dan bentuk kandang). Pemberdayaan kelompok peternak ayam petelur di Desa Ngemplak merupakan investasi penting untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan peternak. Dengan pengetahuan, keterampilan, dan dukungan yang memadai, peternak ayam petelur dapat mencapai keberhasilan dalam usaha mereka dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian masyarakat Desa Ngemplak.



Penulis: 
Dinda Putri Rosantri 
Mahasiswa KKN TIM 1 UNDIP 2024/2025

Editor:
Achmad Munandar
Pemberdayaan Kelompok Peternak Ayam Petelur Desa Ngemplak Mengenai Kandungan Pakan Yang Kaya Omega-3

Pemberdayaan Kelompok Peternak Ayam Petelur Desa Ngemplak Mengenai Kandungan Pakan Yang Kaya Omega-3



wirausahanesia.com - Pemerintah Desa Ngemplak, Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten mengadakan program ketahanan pangan dengan memberikan 20 ekor ayam petelur di tiap RT. Program ini dilaksanakan untuk mengurangi kemiskinan di desa Ngemplak. Tiap RT diberikan 20 ekor ayam siap bertelur berserta pakan dan kandangnya. Pak Marsudi selaku kepala desa Ngemplak berencana untuk membuat telur omega 3 agar pendapatan tiap RT meningkat.

Pemberdayaan para peternak ayam petelur di desa Ngemplak mengenai pakan kaya omega 3 sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan terkait bahan pakan apa saja yang mengandung omega 3.Telur omega-3 dihasilkan dari ayam yang diberi pakan kaya akan omega-3, seperti biji rami, alga, maggot atau minyak ikan. Kandungan ini kemudian diserap ke dalam tubuh ayam dan terkonsentrasi di dalam telurnya.Telur omega 3 memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain mencegah penyakit jantung dan stroke, menurunkan tekanan darah, dan menurunkan kolesterol. 


Pemberdayaan kelompok peternak ayam petelur mengenai kandungan pakan yang kaya omega-3 merupakan upaya yang penting untuk meningkatkan kualitas telur, kesehatan masyarakat dan pendapatan. Dengan memberikan pakan yang kaya omega-3 pada ayam petelur, peternak dapat menghasilkan telur yang lebih berkualitas dan lebih bermanfaat bagi kesehatan konsumen.



Penulis: 
Dinda Putri Rosantri 
Mahasiswa KKN  TIM 1 UNDIP 2024/2025

Editor:
Achmad Munandar
Pengenalan Bahan Pakan Untuk Ayam Petelur Di Desa Ngemplak Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten Jawa Tengah

Pengenalan Bahan Pakan Untuk Ayam Petelur Di Desa Ngemplak Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten Jawa Tengah




wirausahanesia.comLaboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan Departemen Peternakan Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang melakukan pendampingan kader ibu PKK di Desa Ngemplak Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten Jawa Tengah dalam upaya meningkatkan produksi telur pada ayam petelur melalui pengenalan bahan pakan untuk menghasilkan telur omega 3 dan 6.

Bapak Lurah Ngemplak Kecamatan Karangnongko Kabupaten Klaten Jawa Tengah Marsudi mengemukakan bahwa Desa Ngemplak sedang kami galakan program ketahanan pangan untuk mengurangi kemiskinan. Program yang sudah berjalan mulai menanam sayuran dan tanaman herbal. Kesempatan ini Desa diberikan ternak berupa ayam petelur untuk melengkapi dari segi produk hewani. Masyarakat khususnya ibu-ibu tiap RT untuk mengelola ayam tersebut untuk dikonsumsi dan dijual untuk pemberdayaan masing-masing RT. Total 19 RT dengan bantuan masing-masing 20 ekor dapat meningkatkan pola kesadaran masyarakat untuk belajar beternak dan mengelola sumber daya. Programayam petelur ini bisa menghasilkan telur kaya omega. Karena telur omega jauh lebih memiliki kandungan tinggi dibandingkan telur konsumsi biasa. Maka dari itu pendampingan ini perlu dilakukan untuk memberikan pengetahuan bagi ibu-ibu.

Materi yang disampaikan Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si., mengenai telur omega 3 dan 6 memiliki peran penting bagi kesehatan. Telur omega 3 memiliki kandungan 100-200 mg/butir, omega 6 sebesar 500-700 g/butir dibandingkan telur biasa 10-50 g/butir. Peran telur omega untuk anak-anak bisa mencegah stunting., untuk ibu hamil membantu perkembangan janin, mengurangi kadar kolesterol, mencegah penyakit jantung, kesehatan mental pada anak, kesehatan mata dan imunitas tubuh. Telur omega dapat modifikasi melalui pakan, beberapa bahan tambahan untuk menghasilkan telur omega meliputi minyak ikan, minyak kedelai, minyak kelapa, tanaman air, biji-bijian kaya minyak esensial, cacing tanah dan maggot. Produk bahan tambahan ini dapat digunakan untuk meningkatkan omega dalam telur.  





Desa Ngemplak memiliki potensi lahan pertanian khususnya  padi dan jagung. Ketika kondisi hujan para petani menanam padi dan jagung, sehingga by product kedua tanaman dapat digunakan sebagai bahan pakan untuk ayam petelur. Sumber pertanian yang mendukung dan kesadaran masyarakat dapat memotivasi seluruh masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Kegiatan yang dilakukan oleh Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan Departemen FPP UNDIP dilaksanakan dalam rangkaian percepatan tujuan  pembangunan nasional berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s). Dengan demikian kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mengakhiri kemiskinan yang masih ada di masyarakat.

Tim Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan meliputi Lilik Krismiyanto, S.Pt., M.Si., Dr. Ir. Mulyono, M.Si., Prof. Ir. Vitus Dwi Yunianto B. I., M.S., M.Sc., Ph.D., IPU., Dr. Istna Mangisah, S.Pt., M.P. dan Prof. Ir. Nyoman Suthama, M.Sc., Ph.D..



Editor:
Achmad Munandar
Mau Bikin Kemasan Unik Agar Kesan Pertama Mengesankan? Packlagi Solusinya

Mau Bikin Kemasan Unik Agar Kesan Pertama Mengesankan? Packlagi Solusinya

Source: Packlagi


wirausahanesia.com - Pasca pandemi Covid-19, dunia bisnis mengalami perubahan yang signifikan. Seiring dengan membaiknya perekonomian dan meningkatnya daya beli masyarakat, banyak brand baru bermunculan dengan produk-produk andalan yang siap bersaing di pasar. Di Indonesia, tercatat lebih dari seratus brand yang memperkenalkan produk terbaru mereka. Namun, peluncuran produk baru ini bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan di pasar. Sebagai respons terhadap perubahan perilaku konsumen yang kini lebih terhubung dengan dunia digital, perusahaan harus beradaptasi dengan tren pemasaran yang lebih modern.

Di era digital seperti sekarang, strategi pemasaran tradisional tidak lagi cukup. Hampir segala hal kini dilakukan secara online, dari pemasaran hingga transaksi jual beli. Dalam konteks ini, brand-brand mulai beralih menggunakan media sosial sebagai kanal utama untuk memperkenalkan produk mereka. Salah satu metode pemasaran yang populer adalah kolaborasi dengan para KOL (Key Opinion Leader) atau selebgram (selebritas Instagram), yang berperan penting dalam meningkatkan visibilitas produk di mata konsumen.

Namun, meskipun media sosial memberikan ruang yang luas untuk promosi, ada satu aspek penting yang seringkali terlupakan: bagaimana cara produk tersebut tampil di mata konsumen? Video, gambar, dan iklan digital memang penting, tetapi ada satu elemen yang menjadi penghubung langsung antara brand dan konsumen, yaitu kemasan produk. Kemasan bukan hanya sekedar pelindung produk, tetapi juga merupakan alat promosi visual yang sangat berpengaruh dalam kesan pertama konsumen.


Sebab Packaging Custom Menjadi Kunci dalam Membangun Brand

Kemasan produk memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan produk di pasar. Bukan hanya berfungsi sebagai pembungkus, kemasan yang menarik dapat mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli. Dalam dunia pemasaran modern, packaging custom yang kreatif dan unik menjadi salah satu alat promosi yang tak kalah pentingnya. Dengan desain kemasan yang tepat, sebuah brand bisa menciptakan pengalaman yang lebih mendalam bagi konsumen.

Setiap brand ingin agar produknya dikenali dengan mudah, bahkan dari jauh. Kemasan yang menonjol dan berbeda dari yang lain akan membuat produk lebih mudah diingat dan dicari kembali. Di pasar yang semakin kompetitif ini, hanya dengan desain kemasan yang inovatif, sebuah brand bisa menarik perhatian konsumen dalam sekejap.

Selain itu, packaging custom memungkinkan brand untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai mereka dengan lebih jelas. Misalnya, bagi brand yang berfokus pada keberlanjutan, kemasan yang ramah lingkungan dapat menjadi nilai jual yang kuat. Di sisi lain, brand premium dapat menggunakan material dan desain yang menciptakan kesan mewah untuk memperkuat citra eksklusif produk mereka.

Dengan adanya kemajuan teknologi percetakan dan desain grafis, kini hampir semua brand dapat membuat kemasan yang sesuai dengan visi mereka. Kemasan bukan lagi hanya soal perlindungan produk, tetapi juga tentang menyampaikan cerita yang menarik. Setiap elemen desain, mulai dari warna, logo, tipografi, hingga material kemasan, dapat memberikan kesan yang mendalam dan menciptakan koneksi emosional dengan konsumen.


Source: Packlagi


5 Tren Inovasi Packaging yang Mempengaruhi Industri

Beberapa tren inovasi di dunia packaging custom yang patut diperhatikan, antara lain:

1. Kemasan Ramah Lingkungan
Isu keberlanjutan kini semakin menjadi perhatian utama, baik bagi brand maupun konsumen. Kemasan berbahan dasar plastik yang sulit terurai telah banyak digantikan dengan bahan-bahan ramah lingkungan, seperti kertas daur ulang, bahan biodegradable, atau material berbasis tanaman. Mengadopsi kemasan ramah lingkungan tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap planet, tetapi juga menciptakan citra positif di mata konsumen yang semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.


2. Desain Interaktif dan Fungsional
Packaging kini semakin berfokus pada pengalaman pengguna. Beberapa brand berinovasi dengan kemasan yang dapat diubah menjadi sesuatu yang lebih berguna, seperti kemasan yang bisa diubah menjadi tempat penyimpanan, mainan, atau bahkan barang-barang fungsional lainnya. Ini memberikan nilai lebih kepada konsumen dan meningkatkan rasa cinta terhadap brand.


3. Kemasan Personal dan Kustomisasi
Salah satu tren terbaru adalah memberikan konsumen pilihan untuk mempersonalisasi kemasan produk. Ini bisa berupa nama, desain khusus, atau bahkan pesan tertentu pada kemasan. Kemasan seperti ini memberikan kesan eksklusif dan unik, serta memperkuat hubungan emosional dengan konsumen.


4. Kemasan dengan Teknologi Pintar
Dengan perkembangan teknologi, beberapa brand mulai mengintegrasikan teknologi pintar ke dalam kemasan produk. Sebagai contoh, kemasan dengan QR code atau NFC (Near Field Communication) yang dapat mengarahkan konsumen ke konten digital tambahan, seperti video promosi, informasi produk, atau pengalaman augmented reality (AR). Teknologi semacam ini dapat menciptakan pengalaman yang lebih mendalam dan menyenangkan bagi konsumen.


5. Kemasan Minimalis dan Elegan
Di sisi lain, tren minimalisme juga semakin populer, terutama di kalangan brand-brand mewah. Kemasan yang sederhana namun elegan, dengan menggunakan warna netral, tipografi modern, dan sedikit elemen desain, mampu menciptakan kesan eksklusif dan premium pada produk.


Mengapa Memilih Packlagi untuk Packaging Custom?

Dengan pengalaman bertahun-tahun dan rekam jejak yang solid dalam menangani berbagai macam brand, Packlagi telah menjadi pilihan terpercaya bagi banyak perusahaan untuk membuat packaging mereka. Dari yang kecil hingga yang besar, di berbagai sektor industri. Kami memahami bahwa setiap brand memiliki kebutuhan dan karakteristik yang berbeda, oleh karena itu kami menawarkan solusi kemasan yang customizable, sesuai dengan visi dan misi brand Anda.

Dengan tim yang berpengalaman, Packlagi akan menjadi teman konsultasi yang memberikan saran terbaik agar packaging yang Anda inginkan bisa terwujud dengan hasil yang paling terbaik. Tak hanya itu, dengan bahan baku yang premium dan teknologi mesin yang canggih, kami dapat memastikan bahwa setiap produk packaging yang kami buat memiliki kualitas tinggi dan dapat memberikan perlindungan maksimal bagi produk Anda.

Peluang Bisnis Terompet dan Topi Tahun Baru, Untungnya Seru

Peluang Bisnis Terompet dan Topi Tahun Baru, Untungnya Seru



wirausahanesia.com - Jelang pergantian tahun dari 2024 ke 2025 geliat ekonomi di masyarakat mulai terasa. Di pusat keramaian warga dan pasar tradisional mulai bermunculan pedagang terompet dan topi hias yang identik dengan perayaan tahun baru.

Khusus mainan terompet, saat pandemi corona dahulu sempat dilarang oleh pemerintah karena dikhawatirnya bisa jadi media penyebaran virus corona. Kini pandemi telah berlalu jualan terompet mulai marak kembali.

Dari tahun ke tahun kreatifitas dan ide dari para pengrajin mainan tahunan inipun berkembang, dahulu terompet hanya terbuat dari kertas dengan peluit sederhana berbentuk kerucut, kini bisa kita jumpai aneka bentuk terompet dari yang bentuk ular naga hingga berhias lampu kelap-kelip.

Bahan yang digunakan juga berkembang, jika dahulu berbahan dasar kertas yang mudah rusak, kini sudah diganti dengan bahan mika., Untuk terompetnya terbuat dari bahan plastik sehingga lebih awet apalagi untuk mainan anak-anak.

Harga di pasaran beragam, berdasar survei yang kami lakukan sebuah terompet berbahan mika dibanderol mulai harga Rp4.000 hingga Rp9.000 untuk yang ada tambahan lampu hias harganya Rp15.000 harga ini bisa saja naik saat menjelang tahun baru apalagi pas malam pergantian tahun.

Bagi sobat yang lagi memikirkan ide dan peluang usaha, terompet dan topi tahun baru bisa jadi pilihan yang jitu. Mengingat besarnya peluang pasar dan hype di masyarakat dalam merayakan tahun yang baru.

Untuk mensiasati momen yang datangnya cuma setahun sekali, sobat bisa tetap produksi terompet dan topi untuk kebutuhan perayaan ulang tahun yang bisa saja pembeli datang tidak harus menunggu tahun baru.

Oke demikian tadi postingan kita kali ini tentang Peluang Bisnis Terompet dan Topi Tahun Baru, Untungnya Seru, semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis:
Achmad Munandar
Peluang Usaha Gerobak Kopi Keliling, Pakai Sepeda Listrik Untungnya Menarik

Peluang Usaha Gerobak Kopi Keliling, Pakai Sepeda Listrik Untungnya Menarik




wirausahanesia.com - Bagi sobat yang lagi nyari ide usaha, tren yang sedang digandrungi saat ini yaitu jualan kopi cup dengan sepeda listrik keliling bisa jadi pilihan terbaik. Saat kopi ala cafe yang harganya selangit, alternatif kopi yang diajikan dengan cup ala cafe namun dijajakan dengan keliling bisa jadi pilihan penikmat kopi kekinian.

Dengan strategi berjualan keliling dan harga yang lebih terjangkau, usaha ini cocok dijalankan di kabupaten, kecamatan hingga pedesaan ceruk pasar yang selama ini mungkin enggan membeli kopi ala cafe dengan alasan harga.

Modal awal yang dibutuhkan juga terbilang murah dibanding jika harus membuat cafe dengan sewa ruko bayar banyak karyawan dan peralatan serta perabot yang mewah.

Gerobak kopi keliling model sepeda listrik di pasaran bisa didapatkan dari harga Rp4.000.000 hingga Rp12.000.000 tergantung ukuran, spesifikasi dan apakah polosan atau sekalian branding nama usaha.

Modal berikutnya adalah alat dan bahan, bisa dimulai dengan peralatan sederhana dan kopi disiapkan dari dapur rumah dengan cara demikian sudah banyak mengurangi pengeluaran berupa dapur, alat produksi dan tenaga karyawan.

Bahan baku kopi, gula, susu dan lainnya juga bisa mencari di pasar sehingga harganya bisa ditekan. 

Untuk kemasan agar menarik bisa menggunakan cup kopi dengan penutup selaer, cup dengan sablon branding kisaran Rp500 per cup, plastik roll sealer Rp24.000 dan mesin sealernya kisaran Rp1.000.000.

Keunggulan gerobak kopi model sepeda listrik sudah dilengkapi dengan freezer sehingga menjaga produk kopi tetap dingin sehingga lebih nikmat saat dimimum. Selain itu juga penjual tak perlu mengayuh cukup putar gas layaknya sepeda listrik.

Dengan total modal antara 6 juta sampai 15 juta, sobat sudah bisa memulai usaha jualan kopi kekinian dengan merk sendiri. 

Sisi positif jualan dengan model keliling adalah jika satu lokasi kurang ramai sobat bisa mencari lokasi lainnya dan lebih fleksibel berpindah lokasi misalnya mendatangi keramaian seperti pertunjukan dan konser musik.

Demikian postingan kita kali ini tentang Peluang Usaha Gerobak Kopi Keliling, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis:
Achmad Munandar
Mahasiswa KKN Undip Berdayakan Warga Rusunawa dengan Pelatihan Pembuatan Teh Telang

Mahasiswa KKN Undip Berdayakan Warga Rusunawa dengan Pelatihan Pembuatan Teh Telang



wirausahanesia.com - Semarang, 5 Oktober 2024 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro kembali berinovasi. Kali ini, Sari Naomi Esterina Manullang, mahasiswa Kesehatan Masyarakat, menginisiasi pelatihan pembuatan teh telang di Rusunawa Undip. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan warga dan membuka peluang usaha baru.

Pelatihan yang digelar pada hari Kamis (4/10) di corner gedung A Rusunawa Undip ini diikuti oleh warga rusunawa, baik mahasiswa ataupun staff. Naomi, sapaan akrabnya, secara detail memandu peserta mulai dari persiapan bahan hingga proses pembuatan teh telang. Selain praktik pembuatan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai kandungan gizi dan manfaat teh telang bagi kesehatan.

"Teh telang kaya akan antioksidan yang baik untuk tubuh. Selain itu, warna biru keunguannya yang cantik memiliki nilai jual. Tanaman telang juga mudah tumbuh di daerah Semarang. Dengan pelatihan ini, saya berharap warga rusunawa bisa memanfaatkan potensi tanaman telang untuk meningkatkan kesehatan dan menjadikan hal ini menjadi peluang usaha," ujar Naomi.





Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program ini, Mas Didin, pengelola angkringan rusunawa Undip, diberikan tanaman telang. Harapannya, warga rusunawa dapat membudidayakan tanaman telang di sekitar tempat tinggal mereka dan memanfaatkannya untuk membuat teh telang yang nantinya dapat dijual di angkringan Rusunawa Undip.

Bapak Triyono, S.H., M.Kn., selaku dosen pembimbing KKN-T mengapresiasi inisiatif mahasiswa karena Kegiatan positif ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga rusunawa.






Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan warga Rusunawa Undip semakin peduli terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar. Selain itu, budidaya tanaman telang juga dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.



Editor:
Achmad Munandar
Peluang Usaha Ternak Kambing Rumahan Ala-ala Farm Yang Menguntungkan

Peluang Usaha Ternak Kambing Rumahan Ala-ala Farm Yang Menguntungkan




wirausahanesia.com - Kemajuan teknologi informasi dan terjangkaunya harga internet serta akses yang sudah masuk ke desa-desa membuat banyak kesempatan lahir. Salah satunya di bidang ternak dan jual-beli kambing di desa.

Dahulu beternak kambing identik dilakukan oleh generasi tua dengan sistem sederhana dan dilakukan dalam jumlah satuan, hari ini dunia peternakan kambing rumahan dijalani oleh generasi muda dengan banyak inovasinya.

Dimulai dari sistem kandang, jika dahulu kambing hanya di taruh di kandang tanah kini sudah lebih maju dengan sistem kandang panggung. Sistem kandang ini selain lebih mudah dalam hal perawatan, hewan juga lebih nyaman, tempat lebih bersih dan secara estetika lebih enak dipandang mata.

Berikutnya dalam hal pakan, dahulu beternak kambing hanya mengandalkan mencari hijauan atau rumput di pinggir jalan atau sawah, seiring bertambahnya pengetahuan para peternak rumahan sudah bisa membuat pakan dari hijauan, konsentrat bahkan memberikan pakan hasil ivovasi pongkol telo selep dan gentho atau kacang tanah muda sisa hasil panen.

Dari sisi penjualan tak kalah menarik, dahulu para peternak hanya mengandalkan pedagang kambing, namun kini dengan bantuan sosial media seperti facebook, TikTok dan whatsapp para peternak tinggal posting kambingnya dan para pembeli bisa datang darimana saja. Pengiriman tak masalah bahkan tidak jarang pembeli datang dari luar kecamatan dan kabupaten.

Tren terakhir adalah kepercayaan diri generasi muda menamai peternakannya dengan nama-nama yang unik dengan imbuhan "farm". Misal nama anak plus farm dan lain sebagainya. Tak sampai di situ, mereka bahkan mencetak banner dan stiker sebagai salah satu cara membranding dan mengenalkan usahanya.

Di desa ada beberapa jenis peternak, yang paling umum adalah membeli indukan dan melakukan breeding, selanjutnya anak kambing yang lahir dijual baik di usia cempe atau menunggu dewasa.

Berikutnya ada yang fokus pada penggemukan yaitu membeli kambing dari pasar hewa atau peternakan lain, diberi perawatan dan pakan intensif dalam kurung waktu beberapa bulan, setelah bobot naik kemudian dijual.

Terkahir adalah jenis yang beli langsung jual, biasanya peternak jenis ini sengaja mencari kambing-kambing dengan kualitas yang sudah bagus baik dari peternak maupun di pasar hewan, jika dapat barang bagus dibeli kemudian diposting di sosial media dan terjual ke pembeli yang berminat. Mungkin jenis ini untungnya lebih sediikit namun secara intensitas penjualan lebih sering.

Baik sobat wirausahanesia demikian tadi postingan kita kali ini tentang Peluang Usaha Ternak Kambing Rumahan Ala-ala Farm Yang Menguntungkan, semoga bermanfaat sampai jumpa.



Penulis
Achmad Munandar
Membedah 8 Sumber Penghasilan Para Konten Kreator

Membedah 8 Sumber Penghasilan Para Konten Kreator

 



wirausahanesia.com - Jika jaman dahulu orang masuk kategori kaya jika punya rumah bagus, banyak sawang atau ladang dan punya banyak hewan ternak. Agaknya definisi tersebut kini sudah bergeser, orang bisa disebut kaya jika punya banyak followers di sosial media seperti TikTok, Instagram, X atau subscriber di Youtube.

Maka wajar jika generasi sekarang kalau ditanya cita-citanya mau jadi apa, bukan lagi profesi seperti dokter, pilot atau guru jawabannya, namun sudah bergeser ingin jadi TikToker atau Youtuber.

Tidak heran karena mereka terinfluence dengan apa yang bisa dicapai para TikToker, Selebgram hingga Youtuber yang sukses mendapatkan pundi-pundi sehingga taraf kehidupannya menjadi lebih baik. Walau yang perlu dicatat proses mencapai semua itu tidaklah mudah dan bisa digapai dengan cara instan.

Nah seperti judul di atas, lewat postingan kami kali ini yuk coba kita bedah dari mana saja para Konten Kreator ini bisa mendapatkan penghasilan dan bagaimana caranya, yuk langsung saja ini dia pembahasannya.



1. Adsense
Adsense adalah hal umum yang menjadi penghasilan para content creator khusus di platform Youtube. Video yang ditayangkan bisa domenetasi dan ditayangkan iklan oleh youtube, hasilnya akan dibagi antara pemilik channel dan google. Namun sebuah channel baru bisa dimonetise jika sudah mencapai batas tertentu yaitu minimal 1000 subcriber dan 4000 jam tayang.



2. Endorse
Para konten kreator bisa mendapat penghasilan dari endorse, yaitu pihak yang membayarkan sejumlah uang agar produk atau usaha jasanya dipromosikan di sosial media konten kreator tersebut. Nilainya sangat variatif dari ratusan ribu hingga puluhan juta tergantung seberapa banyak followers, engadgement, eksposur dan matrik-matrik lain yang jadi indikator penilaian.



3. Undangan pembicara
Selain dua sumber di atas, dengan popularitas yang didapat di sosial media memungkinkan konten kretaor mendapatkan undangan dari acara seminar, garthering, promosi dan lain sebagainya dan akan mendapatkan bayaran.



4. Brand Ambasador
Brand Ambasador atau BA juga biasanya jadi salah satu sumber penghasilan konten kreator, misal TikToker dengan konten beauty bisa jadi BA produk skin care dan lain sebagainya.



5. Menjual Produk dan Merchandise
Selain memprosikan dan menjualkan produk orang lain, banyak juga para konten kreator yang akhirnya membuat produk dengan brand sendiri dan menjualnya. Produk yang sering dijual misalnya skin care, fashion atau merchandise.



6. Membuat bisnis kuliner
Bisnis kuliner juga sangat sering jadi pilihan para konten kreator, hasil dari adsense atau endorse mereka gunakan sebagai modal usaha yang justru memang berbeda dari keahlihan mereka, ibarat kata pepatah menaruh telur dikeranjang yang berbeda.



7. Subscription
Subcription atau berlangganan disebut-sebut bakal menjadi masa depan sumber pengasilan konten kreator, pemilik media dan sosial media.

Hal ini sudah lebih dulu dilakukan dalam industri palrform streaming seperti Netflix dan media berita di luar negeri seperti The New York Times hingga sosial media seperti Yootube dan Spotify. 

Pengguna gratisan akan mendapatkan iklan dan untuk mendapatkan pengalaman tanpa iklan pengguna harus berlangganan dengan sejumlah uang. 

Penerapan konsep subcription di channel youtube memungkinkan subcriber mendapatkan konten eksklusif atau duluan bisa menikmati konten baru.



8. Donasi gift
Selain tujuh sumber penghasilan di atas, para konten kretor juga bisa mendapatkan penghasilan dari donasi para penikmat karya mereka. Saat ini sudah banyak cara mendapatkan dukungan misalnya lewat aplikasi Saweria, KaryaKarsa, Patreon dan masih banyak lagi yang lainnya.




Baik demikian tadi sobat wirausahanesia, postingan kita kali ini tentang Membedah 8 Sumber Penghasilan Para Konten Kreator, semoga bermanfaat untuk sobat yang mau jadi konten kreator, ingat jika sudah berhasil mendapatkan penghasilan gunanakan uangnya dengan bijak ya, sampai jumpa.




Penulis
Nandar
Peluang Usaha Jual Sembako Keliling Dengan Pickup Potensinya Bikin Merinding

Peluang Usaha Jual Sembako Keliling Dengan Pickup Potensinya Bikin Merinding

 



wirausahanesia.com - Jika sebelumnya jualan keliling identik dengan saur mayur, jajanan seperti bakso, mie ayam, pentol ojek, perabotan rumah tangga dll kini apapun nyaris bisa dijual dengan cara keliling, termasuk sembako.

Umumnya sembako dari beras, minyak, gula, bumbu dapur, detergen, sabun, pasta gigi, pewangi dll dijual oleh toko sembako terdekat kini pada hari-hari tertentu sudah ada penjual berkeliling menawarkan kebutuhan tersebut.

Penjual keliling ini berani menawarkan harga yang kompetitif, sedikit lebih murah dari harga toko kelontong atau sama dengan harga di pasar kecamatan karena mereka memperoleh produk sembako langsung dari distributor dengan harga grosir, bahkan untuk jenis beras misalnya pemilik penggilingan yang berjualan keliling sehingga harga mampu bersaing.

Penjual kebutuhan sehari-hari ini berkeliling pada hari tertentu dan dijuluki sesuai hari berjualannya, misal "Bakul Beras Minggu" datang setiap hari minggu berkeliling menjual beras dengan mobil pickup, "Bakul Seloso" berjualan pada hari Selasa menjual aneka kebutuhan dapur dari bumbu, sabun, detergen, shampo, pasta gigi, pewangi dll. Biasanya mumpung ada penjual datang masyarakat membeli dalam jumlah banyak, sebut saja shampo dan pewangi sachet kalau biasanya beli satu-dua saja kini beli langsung satu renteng untuk kebutuhan seminggu kedepan.

Fenomena ini sedikit banyak sebenarnya mengurangi penjualan toko kelontong, namun di sisi yang lain juga bisa dimanfaatkan oleh penjual setempat untuk jadi kesempatan kulakan harga grosir, mungkin sedikit lebih mahal dari distributor langganan tapi setidaknya hemat biaya transport untuk ke pasar.

Selain itu karena penjual keliling ini datang seminggu sekali, jeda antar waktunya juga masih menjadi milik toko kelontong setempat sehingga tidak saling merugikan.

Jadi untuk sobat yang sekarang sedang mencari ide usaha, jualan sembako dengan cara berkeliling dengan mobil pickup bisa jadi sebuah alternatif untuk dicoba. 

Kunci keberhasilan usaha ini adalah mendapatkan produk langsung dari istributor, grosir atau rajin mencari promo di media online sehingga bisa dijual kembali dengan harga grosir namun masih untung. Tentu saja marginya akan sangat kecil mungkin tidak hanya ribuan tapi juga beberapa ratus rupiah saja, tipsnya adalah tingkatkan volume penjualan sehingga hasil akhirnya akan tetap banyak.

Tips berikutnya berjualanlah di daerah yang jauh dari pasar kecamatan, makin pelosok makin besar peluangnya mendapatkan banyak pembeli karena akses ke penjual grosir jauh dari rumah warga.

Kami sarankan juga untuk mau dan berani menerima pesanan, biasanya di desa warga sering punya hajatan dan banyak sekali kebutuhan sembako baik bagi yang punya hajatan atau warga yang mau menyumbang. Bulan-bulan seperti Syawal, Dzulhijah atau Besar akan banyak warga yang menggelar hajatan dari pernikahan hingga sunatan jadikan ini sebagai salah satu kesempatan untuk mendapatkan penjualan yang besar.

Baik sobat pembaca, demikian tadi postingan kita kali ini tentang Peluang Usaha Jual Sembako Keliling Dengan Pickup Potensinya Bikin Merinding semoga bermanfaat sampai jumpa.


Penulis
Nandar
Mahasiswa KKN UNDIP Ajari Ibu-Ibu KWT Ubah Limbah Lele Menjadi POC (Pupuk Organik Cair)

Mahasiswa KKN UNDIP Ajari Ibu-Ibu KWT Ubah Limbah Lele Menjadi POC (Pupuk Organik Cair)

 

Gambar 1. Hasil Pupuk Organik Cair 
dari Limbah Air Kolam Lele


wirausahanesia.comDesa Sidorejo, 4 Agustus 2024] Pada hari minggu di Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, dilakukan Program Monodisiplin yang dilaksanakan oleh Dewi Titis Sri Mukti mahasiswa program studi Akuakultur angkatan 2021. Program Monodisiplin yang dilaksanakan ialah Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Air Limbah Kolam Lele. Memanfaatkan limbah air budidaya lele menjadi Pupuk Organik Cair untuk mengatasi pencemaran lingkungan. 

POC Air Limbah Lele (Pupuk Organik Cair Air Limbah Lele) adalah pupuk yang berbentuk cair yang dibuat secara alami melalui proses fermentasi yang dihasilkan dari larutan hasil kotoran limbah lele. Pertama-tama, air limbah lele dicampur dengan gula merah dan juga EM4. EM4 berfungsi sebagai dekomposer pupuk serta gula merah sebagai makanan dari bakteri yang terdapat pada EM4. Campuran di atas, kemudian dicampur ke dalam air dengan perbandingan 1:10 . Pupuk organik cair dari limbah air kolam lele langsung dapat digunakan.




Gambar 2. Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair 
Limbah Air Kolam Lele dan Penyerahan Kepada Ibu KWT 



Gambar 3. 
Leaflet Penjelasan Cara Membuat Pupuk Organik Cair 
dari Limbah Air Kolam Lele

Ibu-ibu sangat antusiasme selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya untuk lebih dalam mengetahui membuat POC langsung. Dengan terlaksananya program kerja ini, pelatihan dan sosialisasi diharapkan dapat memotivasi masyarakat di Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan ruang terbatas. Kegiatan ini bertujuan untuk dapat memanfaatkan limbah budidaya lele menjadi pupuk organik cair yang lebih bernilai ekonomis dan tidak dibuang mencemari lingkungan sekitar lokasi budidaya. Dapat memberikan efek terbaik untuk lingkungan KWT di sekitar Desa Sidorejo.  



Penulis : 
Dewi Titis Sri Mukti

DPL
Dr. Khabibi, S.Si, M.Si

Editor:
Achmad Munandar 

#KKNUndipTim2
#LPPMUndip
#p2kknundip
#Undip